Gemabudhi apresiasi Fadli Zon buka ruang dialog soal chattra Borobudur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Dewan Pengurus Pusat Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) mengapresiasi sikap Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang membuka ruang dialog publik terkait rencana pemasangan chattra di puncak Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Wakil Ketua Umum Gemabudhi Karsono Lismanto dalam keterangan di Jakarta, Selasa, menyatakan langkah Menbud tersebut mencerminkan komitmen terhadap keterbukaan dalam menyikapi dinamika pandangan yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, ruang dialog yang sehat dan konstruktif menjadi penting agar setiap perspektif dapat dipahami secara utuh.

Karsono menyampaikan diskusi terbuka perlu ditempatkan sebagai sarana untuk memperkaya pemahaman publik, khususnya dalam isu yang memiliki dimensi sejarah, akademik, dan spiritual.

"Pernyataan Menteri Kebudayaan dapat dimaknai sebagai ajakan untuk berdialog secara rasional dan berbasis data. Isu besar seperti Borobudur perlu dipahami secara menyeluruh, tidak hanya dari satu sudut pandang," ujarnya.

Karsono mengatakan pemasangan chattra memiliki nilai simbolik dalam tradisi Buddhis, yang berkaitan dengan makna perlindungan, kesucian serta pencapaian spiritual.

Oleh karena itu, pembahasan mengenai hal tersebut perlu dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Baca juga: Fadli: Pemasangan chattra tak mengubah apapun dari Candi Borobudur

Ia juga mengatakan bahwa dinamika yang muncul di ruang publik saat ini dapat menjadi momentum untuk memperluas edukasi masyarakat mengenai Candi Borobudur sebagai living heritage, yakni warisan budaya yang tidak hanya dijaga secara fisik, tetapi juga dimaknai dalam kehidupan spiritual umat.

"Borobudur tidak hanya dipandang sebagai monumen sejarah, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan simbol peradaban yang sarat nilai kebijaksanaan. Setiap upaya pemaknaan kembali perlu dilihat dalam semangat pelestarian dan penguatan nilai tersebut," ucapnya.

Karsono juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga suasana yang kondusif serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam menyampaikan pandangan.

Di tengah perhatian dunia terhadap Candi Borobudur sebagai warisan budaya global, Gemabudhi menyatakan keterbukaan dialog yang dihadirkan pemerintah dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman bersama.

"Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama merawat warisan dunia ini dengan pendekatan yang bijaksana, inklusif, dan bermakna," kata Karsono.

Baca juga: Kemenbud perkuat pelestarian Borobudur lewat ritual pemindahan arca

Baca juga: Jateng perkuat posisi Candi Borobudur sebagai pusat religi dunia

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.