DPRD DKI Minta Tarif Parkir Flat di Stasiun LRT Manggarai

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mendorong penyediaan fasilitas kantong parkir dengan skema tarif rata atau flat di stasiun LRT Jakarta Fase 1B guna menunjang kenyamanan penumpang pada Kamis (14/5/2026).

Penyediaan ruang parkir tersebut dinilai krusial seiring dengan pengerjaan proyek LRT jalur Velodrome-Manggarai yang kini sedang dikebut pengerjaannya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan konektivitas warga, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Masyarakat ingin parkir motornya di mana, parkir mobilnya di mana. Kalau misalnya di Jalan Rawamangun, kan di sana ada Pasar Pramuka ya, nah ini di wilayah gitu bisa dikolaborasikan dengan pasar terkait," ujar Nova Harivan Paloh, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta.

Legislator tersebut menekankan pentingnya biaya parkir yang terjangkau bagi pengguna moda transportasi publik. Hal ini diharapkan dapat menjadi insentif agar lebih banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke LRT.

"Di MRT sepengetahuan saya, di Lebak Bulus (tarif parkir) flat. (Saya berharap tarif parkir di LRT) flat (juga)," sambung Nova Harivan Paloh, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta.

Nova menyarankan adanya sinergi antarinstansi untuk mencari lokasi yang tepat di sekitar area stasiun. Ia menyebut optimalisasi lahan milik Dinas Perhubungan (Dishub) dapat menjadi salah satu solusi teknis di lapangan.

"Berkolaborasi atau menyiapkan tempat, di bawah stasiunnya ada misal ada kantong-kantong parkir, tinggal dikolaborasi, mana milik Dishub, mana yang bisa dikolaborasi dengan Dishub DKI," lanjut Nova Harivan Paloh, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta.

Berdasarkan data operasional, LRT Jakarta Fase 1B telah memulai tahap uji coba atau testing and commissioning pada akhir April 2026. Lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Velodrome hingga Pasar Pramuka menjadi fokus utama pengujian sistem kelistrikan dan persinyalan.

Proyek yang dikerjakan oleh Waskita Karya ini telah mencatatkan progres pembangunan fisik lebih dari 90 persen. Gubernur DKI Jakarta Pramono menargetkan transportasi massal ini dapat segera melayani puluhan ribu penumpang setiap harinya dalam waktu dekat.

"Harapan saya, nanti Agustus begitu diresmikan akan beroperasi sepenuhnya," tutur Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Pemerintah menargetkan seluruh proses pengujian rampung sehingga layanan menuju Stasiun Manggarai dapat diresmikan sesuai jadwal pada Agustus 2026.