AS Roma gagal mendapatkan penalti dalam laga tandang melawan Parma pada pekan ke-36 Serie A di Stadion Ennio Tardini, Minggu, 10 Mei 2026, setelah intervensi VAR tidak mengubah keputusan wasit atas jatuhnya Gianluca Mancini.
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-19 ketika Gianluca Mancini terjatuh di area terlarang setelah berbenturan dengan bek Parma, Valenti, saat keduanya berebut bola udara. Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, melayangkan protes keras dari pinggir lapangan setelah pemainnya dianggap dilanggar.
Wasit Chiffi sempat menunda permainan untuk melakukan pengecekan melalui video assistant referee (VAR) atas insiden tersebut. Namun, tayangan ulang menunjukkan Valenti menyentuh bola lebih dulu sebelum terjadi kontak, sehingga pengecekan berakhir tanpa ada penalti untuk tim tamu.
Di sisi lain, sorotan tajam tertuju pada penyerang Giallorossi, Donyell Malen, yang menunjukkan konsistensi performa meski dalam laga sebelumnya melawan Fiorentina ia tidak mencetak gol. Media-media terkemuka Italia memberikan apresiasi atas kontribusi pemain asal Belanda tersebut dalam skema permainan tim.
Tuttomercatoweb memberikan nilai 7 untuk penampilan Malen dan menilai perannya tetap krusial bagi lini serang Roma.
"Dia tidak mencetak gol, dan itu adalah hal baru, tetapi kontribusinya selalu penting," tulis Tuttomercatoweb.
Analisis tersebut menambahkan bahwa kehadiran Malen selalu memberikan ancaman nyata bagi pertahanan lawan setiap kali ia menguasai bola.
"Kadang-kadang dia tampak hampir kehilangan koneksi dengan permainan, tetapi jika bola jatuh di kakinya, Roma selalu berbahaya," tulis Tuttomercatoweb.
Media Eurosport juga menyematkan nilai 7 dan memuji daya jelajah Malen yang sempat melepaskan tembakan yang membentur tiang gawang.
"Meskipun ia tidak mencetak gol, ia membuktikan dirinya sebagai orang tambahan di tim ini. Ia mendorong pertahanan lawan hingga gila dan mengenai mistar gawang satu kali di setiap babak, yang mana ia membuka pertunjukan," puji Eurosport.
Eurosport menilai mantan pemain PSV Eindhoven tersebut memiliki kemampuan yang sulit diredam oleh barisan belakang lawan saat melakukan penetrasi.
"Dia tidak terbendung saat dia menyerang pertahanan lawan," tulis Eurosport.
Sementara itu, Sport Mediaset memberikan rating tertinggi dengan nilai 7,5 karena menganggap Malen adalah katalisator perubahan dalam permainan skuat asuhan Gasperini.
"Seperti biasa: begitu dia beraksi, semuanya berubah. Hal baru adalah kali ini dia tidak mencetak gol, tapi itu hanya detail kecil," tulis Sport Mediaset.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·