Dua Ribu Orang Demonstrasi Tolak Partisipasi Israel di Venice Biennale

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sekitar dua ribu orang melakukan aksi jalan kaki di Via Garibaldi, Venesia, pada Jumat (8/5/2026) sore untuk memprotes keberadaan paviliun Israel dalam pameran seni internasional Venice Biennale. Demonstrasi ini menandai pemogokan pekerja pertama dalam sejarah penyelenggaraan acara tersebut.

Massa yang berkumpul sejak pukul 16.30 waktu setempat ini diinisiasi oleh koalisi organisasi termasuk Anga, Biennalocene, Sale Docks, Mi riconosci, Usb, dan Adl Cobas. Gerakan ini juga mendapat dukungan dari Centri Sociali del Nord-Est untuk menyuarakan penolakan terhadap narasi politik melalui seni.

Aksi tersebut menargetkan paviliun Israel yang kembali beroperasi penuh pada edisi kali ini setelah sempat ditutup pada tahun 2024. Selain isu geopolitik, demonstran mengecam kondisi kerja di lingkungan pameran yang dinilai penuh eksploitasi dan kemiskinan.

Para peserta aksi mulai bergerak pada pukul 17.00 dengan mengusung slogan utama perlawanan terhadap praktik pembersihan citra melalui seni dan tuntutan penghentian kekerasan.

"Stop Artwashing" teriak massa aksi sebagaimana dilaporkan oleh laman il Nord Est.

Kalimat tersebut bersanding dengan seruan kemanusiaan lainnya yang menuntut keadilan bagi warga di zona konflik.

"Stop Genocide" seru para pengunjuk rasa di sepanjang rute parade.

Laporan dari jurnalis Pietro Urbani menunjukkan kerumunan massa membawa berbagai atribut, mulai dari bendera Palestina hingga panji organisasi politik seperti Potere al Popolo dan Rifondazione Comunista. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini mempertegas solidaritas lintas sektor terhadap isu-isu kemanusiaan dan hak-hak pekerja seni di Italia.

Kondisi kemiskinan dan eksploitasi yang dialami para staf pameran menjadi poin krusial dalam orasi yang disampaikan selama perjalanan menuju lokasi utama Biennale. Aksi ini berakhir dengan pengawasan ketat dari pihak keamanan setempat tanpa adanya laporan kericuhan besar.