Jakarta (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, mengajak mahasiswa Indonesia di Tunisia untuk membangun peradaban Tanah Air.
"Kami meminta mahasiswa Indonesia di Tunisia untuk belajar sungguh-sungguh dan berproses dalam gerakan besar, seperti Muhammadiyah, yang sangat berjasa bagi kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Bung Karno kader Muhammadiyah, jasanya besar bagi peradaban Indonesia," kata Zuhairi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tunisia menggelar dialog bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Yogjakarta (UMY) Achmad Nurmandi dan delegasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dalam acara tersebut, Zuhairi mengatakan pendidikan merupakan pilar kemajuan sebuah bangsa dan dialog tersebut akan menambah wawasan dalam membangun peradaban Indonesia.
Baca juga: KBRI Tunis gelar diskusi buku Gus Dur soroti kemanusiaan, perdamaian
"Akan menambah wawasan mahasiswa dan kader Muhammadiyah dalam mempersiapkan diri menyongsong kejayaan, kemajuan, dan kesejahteraan Indonesia. Ini cita-cita bersama kita untuk mewujudkan peradaban Indonesia yang adil, damai, sejahtera, berdaulat, mandiri, dan berperikemanusiaan" jelasnya.
Sementara itu, Achmad Nurmandi menegaskan pentingnya mahasiswa Indonesia dan kader Muhammadiyah mempelajari ilmu-ilmu umum kekinian agar dapat berperan aktif dalam konteks keindonesiaan dan global.
"Mayoritas mahasiswa di Tunisia tidak hanya belajar ilmu-ilmu agama, tetapi juga perlu mendalami ilmu-ilmu umum, seperti manajemen, teknologi digital, humaniora, dan lainnya, agar dapat berperan aktif dalam konteks keindonesiaan dan global," ujar Achmad.
Turut hadir pada acara tersebut ialah Wakil Rektor UMY Zuly Qadir, Sekretaris Bachtiar Dwi Kurniawan, dan Majelis Pendidikan Tinggi Velandani Prakoso.
Baca juga: KBRI luncurkan buku "Indonesia Rahmat Tuhan" karya wartawan Tunisia
Baca juga: Dubes RI: Kegiatan Run-Mu PCIM Tunisia kampanyekan hidup sehat
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·