Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat China Djauhari Oratmangun menyoroti pentingnya peran alumni Indonesia di perguruan tinggi China sebagai jembatan dalam meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China.
“Dalam banyak kasus, investasi dan kerja sama bisnis lahir bukan dari proposal, tetapi dari trust, akses, jejaring, dan hubungan jangka panjang seperti alumni kampus,” kata Djauhari ditemui di sela-sela forum bisnis Indonesia-China dan pendirian Asosiasi Alumni Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) di Jakarta, Selasa.
Menurut Dubes, mahasiswa RI lulusan kampus China, khususnya yang belajar ekonomi seperti mereka yang tergabung dalam Asosiasi Alumni CKGSB, dipastikan telah memahami budaya bisnis, regulasi, dan dinamika pasar antara kedua negara.
Pemahaman teoretis yang dimiliki para pelajar tersebut semakin diperkuat dengan pengalaman bekerja di raksasa teknologi China seperti Alibaba, Xiaomi, serta JD.com, kata dia.
Dengan bekal demikian, para alumni Indonesia di China dapat dengan mudah membantu mempertemukan investor, wirausahawan, mitra dalam pengembangan teknologi, serta memperluas akses pasar di kedua negara.
“Jejaring alumni seperti yang didirikan lulusan CKGSB ini dapat menjadi katalisator kemitraan jangka panjang yang lebih konkret dan saling menguntungkan,” demikian Dubes Djauhari.
“Dengan jejaring tersebut, mereka kemudian dapat berinvestasi di Indonesia,” kata dia, menambahkan.
Menurut Djauhari, kerja sama ekonomi antara kedua negara berpotensi terus tumbuh, mengingat besarnya pasar serta bonus demografi Indonesia dapat didukung kapabilitas manufaktur, teknologi, dan ekosistem inovasi China yang kuat.
Ia menyebut sejumlah alumni CKGSB yang masih dalam rentang usia 30—40 tahun sudah berinvestasi di Indonesia melalui berbagai wahana dan perusahaan.
Djauhari pun mengaku sudah beberapa kali menerima para alumni CKGSB di KBRI Beijing untuk menjajaki penguatan kerja sama ekonomi. Antusiasme tersebut, kata dia, adalah bukti China memandang Indonesia sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi.
CKGSB juga berencana meningkatkan keterlibatan di sektor pendidikan nasional dengan mendirikan kampus di Indonesia, sebagai bentuk kontribusi dalam membina sumber daya manusia yang berkualitas untuk pembangunan ekonomi nasional, ucap Dubes RI untuk China itu.
Baca juga: Alumni CKGSB bentuk asosiasi, janji dukung ekonomi Indonesia
Baca juga: Menteri LH: Membangun era keemasan tak boleh lupakan aspek lingkungan
Baca juga: Dubes Djauhari harap relasi pengusaha RI-China bersifat jangka panjang
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
35 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·