Penyerang tim nasional Belanda Donyell Malen dan rekan senegaranya Devyne Rensch membawa AS Roma meraih kemenangan dramatis 3-2 saat bertandang ke markas Parma pada Minggu, 10 Mei 2026. Laga tersebut diwarnai kebangkitan luar biasa di menit-menit akhir pertandingan melalui dua gol cepat tim tamu.
Malen membuka keunggulan Giallorossi pada menit ke-22 setelah menerima umpan matang dari Paulo Dybala. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Gabriel Strefezza menyamakan kedudukan untuk Parma tak lama setelah babak kedua dimulai berdasarkan laporan dari Voetbalprimeur.
Upaya Malen untuk menambah pundi-pundi gol sempat beberapa kali digagalkan oleh kiper Parma, Dion Suzuki. Parma justru berbalik unggul melalui gol Mandela Keita pada menit ke-87 yang hampir memastikan kekalahan bagi skuat asal ibu kota Italia tersebut.
Kebangkitan Roma dimulai pada menit ketiga masa tambahan waktu melalui tendangan Devyne Rensch yang memanfaatkan bola muntah hasil sepak pojok. Beberapa menit kemudian, Rensch dilanggar di kotak penalti yang berujung pada hadiah penalti untuk AS Roma.
Donyell Malen yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan memastikan tiga poin krusial dalam persaingan memperebutkan tiket kompetisi Eropa. Malen kini tercatat telah mengoleksi 13 gol dari 16 pertandingan liga sejak didatangkan dari Aston Villa pada bursa transfer musim dingin lalu.
"We have to think about ourselves, do well for ourselves, for the manager and for the fans," kata Manu Kone, Gelandang AS Roma sebagaimana dilansir dari RomaPress.
Pernyataan tersebut menekankan fokus tim pada konsistensi internal guna menjaga tren positif di klasemen Serie A. Kemenangan di Stadion Ennio Tardini ini membawa AS Roma menyamai perolehan 67 poin milik AC Milan di peringkat keempat.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·