Dylan Harper Pimpin Kebangkitan Spurs Atasi Trail Blazers

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemain pendatang baru Dylan Harper membawa San Antonio Spurs membalikkan keadaan untuk mengalahkan Portland Trail Blazers pada laga ketiga playoff yang berlangsung Sabtu, 25 April 2026. Meski sempat tertinggal 15 poin dan bermain tanpa Victor Wembanyama, Spurs berhasil unggul 2-1 dalam seri tersebut.

Harper mencatatkan 22 poin pada babak kedua tepat setelah San Antonio tertinggal defisit angka yang cukup jauh. Penampilan impresif putra dari legenda Chicago Bulls, Ron Harper, ini dimulai dengan tembakan tiga angka yang memicu laju poin 45-15 bagi timnya.

Pebasket berusia 20 tahun tersebut kini menjadi pemain termuda kedua yang mencetak lebih dari 20 poin dari bangku cadangan dalam pertandingan playoff setelah Kobe Bryant. Rekor lain dicatatkan Harper saat menyamai Kareem Abdul-Jabbar sebagai rookie yang mencetak 27 poin dengan akurasi tembakan mencapai 80 persen.

Kontribusi Harper juga terlihat dari diferensial poin tertinggi di lapangan dengan catatan +25 hanya dalam 30 menit durasi bermain. Momentum kebangkitan Harper sempat dipicu oleh ejekan teknis dari pemain Trail Blazers, Scoot Henderson, yang dibalas Harper dengan rentetan 10 poin pribadi termasuk sebuah dunk keras pada kuarter keempat.

Absennya Victor Wembanyama karena gegar otak pada laga sebelumnya memaksa barisan pemain muda Spurs lainnya untuk tampil lebih dominan. De’Aaron Fox mencetak 18 poin, namun akurasi tembakannya tertahan di angka 7 dari 16 percobaan akibat pertahanan ketat lawan.

Rookie lainnya, Carter Bryant, memberikan dampak signifikan pada sektor pertahanan dengan mencatatkan tiga blok. Berdasarkan statistik pertandingan, Spurs mampu mengungguli Blazers dengan selisih 17 poin saat Bryant berada di atas lapangan pertandingan.

Stephon Castle menjadi pencetak angka terbanyak bagi San Antonio dengan total 33 poin dan 5 assist. Mantan Rookie of the Year tersebut menjaga stabilitas tim sejak babak pertama dengan mencetak hampir sepertiga dari 58 poin awal yang diraih oleh Spurs.

Kombinasi pertahanan trio pemain muda ini berhasil meredam ofensif Trail Blazers hingga hanya menyisakan akurasi tembakan 37,2 persen pada babak kedua. Sebaliknya, San Antonio mampu melesakkan 61 poin tambahan dengan tingkat keberhasilan tembakan sebesar 50 persen hingga akhir pertandingan.