Eberechi Eze Promosikan Catur Melalui Kolaborasi dengan Komunitas Perempuan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Penyerang Arsenal Eberechi Eze menghadiri pertemuan khusus dengan London Women’s Chess Club di Cafe 1001, London Timur, pekan lalu. Acara tersebut diadakan untuk mendukung gerakan inklusi catur bagi perempuan sekaligus mempromosikan minat olahraga asah otak tersebut di kalangan generasi muda.

Kehadiran Eze merupakan bagian dari undangan badan amal Chess in Schools untuk mengamati sang pemain bertanding melawan lawan berperingkat tinggi. Kegiatan ini menjadi momentum bagi klub catur berbasis King’s Cross tersebut untuk keluar dari rutinitas mingguan mereka di Perpustakaan Pancras Square.

Pendiri London Women’s Chess Club (LWCC), Zoya Boozorginia, mengungkapkan apresiasinya terhadap keterlibatan figur olahraga profesional dalam dunia catur. Menurutnya, dukungan dari tokoh publik seperti Eze sangat membantu pergerakan komunitas mereka.

"It’s good that there are sports people who are into chess. We were so privileged to be invited by the Chess in School Charity and Malcolm Pein, the organiser. It’s just to support his movement as well as supporting our own club." kata Zoya Boozorginia, Pendiri LWCC.

Meskipun tidak bertanding secara langsung dengan anggota klub, Eze menyempatkan diri untuk berdialog mengenai ketertarikannya pada catur yang dimulai beberapa tahun lalu. Pemain tim nasional Inggris tersebut kini aktif mengampanyekan permainan ini melalui yayasan pribadinya, Eze Foundation.

"We got to meet him, he was very cool and was very kind when I told him we were from London Women’s Chess Club," ujar Zoya Boozorginia, Pendiri LWCC.

Zoya menambahkan bahwa dalam sesi pertandingan tersebut, Eze menghadapi lawan yang hampir mencapai gelar grandmaster. Meski terus mengalami kekalahan, semangat dan tingkat kemampuan menengah yang ditunjukkan Eze dinilai tetap memberikan impresi positif bagi para penonton.

"He was just playing chess and was playing with somebody who was very high rated and he kept on losing and didn’t really stand a chance but it was utterly fine." kata Zoya Boozorginia, Pendiri LWCC.

Kehadiran para pemain muda di lokasi acara yang memiliki suasana menyerupai kelab malam menunjukkan tren positif terhadap popularitas catur saat ini. Zoya menilai pemilihan lokasi yang unik berhasil menarik minat generasi baru untuk berkumpul dan bermain.

"We support others interested in chess and for me it’s good to be connected with others in chess. The guy who played Eze is nearly a grandmaster so Eze did a good job as he is at an intermediate level." ujar Zoya Boozorginia, Pendiri LWCC.

Acara bertajuk Knight Club tersebut berlangsung dengan meriah meski kondisi ruangan cenderung bising untuk sebuah pertandingan catur. Zoya melihat hal ini sebagai fenomena menarik dalam upaya memperluas jangkauan komunitas mereka ke audiens yang lebih luas.

"The place was full of young people and the fact that it was in a nightclub type venue – it’s quite loud to play chess but it’s really attracting the younger generation. It’s serving a purpose, it’s very interesting." kata Zoya Boozorginia, Pendiri LWCC.

Setelah agenda pertemuan ini, London Women’s Chess Club dijadwalkan kembali mengadakan pertemuan rutin setiap hari Minggu. Komunitas ini juga tengah mempersiapkan penyelenggaraan kongres catur khusus perempuan pada 30-31 Mei mendatang yang menyediakan hadiah uang tunai bagi para pemenang.