Mantan penjaga gawang Arsenal dan tim nasional Austria, Alex Manninger, dilaporkan meninggal dunia pada usia 48 tahun akibat kecelakaan tragis di Salzburg, Austria. Insiden maut tersebut terjadi ketika mobil yang dikendarainya tertabrak serta terseret oleh kereta api di sebuah perlintasan.
Kematian sosok pria yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah klub asal London Utara tersebut dikonfirmasi melalui laporan yang dilansir dari Medcom. Berdasarkan keterangan dari kepolisian setempat, Manninger berada di dalam kendaraan seorang diri saat peristiwa itu berlangsung.
Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh petugas medis di lokasi kejadian segera setelah tubuh Manninger berhasil dievakuasi dari reruntuhan kendaraan. Namun, nyawa pria kelahiran Salzburg tersebut tidak dapat tertolong akibat parahnya benturan yang menyebabkan mobilnya terseret hingga beberapa meter.
Manninger memiliki jejak karier yang signifikan di Liga Primer Inggris saat memperkuat Arsenal pada periode 1997 hingga 2002. Perannya menjadi krusial bagi skuat asuhan Arsene Wenger, terutama ketika ia didapuk menjadi kiper utama untuk menggantikan posisi David Seaman yang tengah mengalami cedera pada musim 1997-1998.
Catatan impresif berhasil dibukukan Manninger dengan meraih enam clean sheet secara berturut-turut di kompetisi liga pada masa kejayaannya. Salah satu momen paling berkesan dalam kariernya adalah saat ia mengawal gawang Arsenal dalam kemenangan tipis 1-0 atas Manchester United di Stadion Old Trafford.
Hasil pertandingan di markas lawan tersebut menjadi titik balik penting yang mengantarkan The Gunners dalam perburuan gelar juara liga. Meskipun jumlah penampilannya saat itu belum mencapai syarat minimum standar, Manninger tetap dianugerahi medali juara Liga Primer Inggris sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besarnya bagi tim.
Selain trofi liga, Manninger juga tercatat ikut membantu Arsenal mengamankan trofi Piala FA pada musim yang sama. Prestasi ganda ini mengukuhkan namanya sebagai salah satu pahlawan ikonik dalam sejarah kesuksesan klub di era akhir 1990-an sebelum akhirnya berkelana ke berbagai klub besar Eropa lainnya.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·