Ekspor Mobil Daihatsu Naik 33 Persen, Apa Sebabnya?

Sedang Trending 36 menit yang lalu
Logo Daihatsu. Foto: Rodrigo Reyes Marin/Shutterstock

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatat pertumbuhan ekspor mobil secara utuh atau completely built up (CBU) sepanjang 2026. Hingga April 2026, ekspor kendaraan yang dilakukan ADM untuk merek Daihatsu, Toyota, dan Mazda secara keseluruhan melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Year to date (YTD) April 2026 itu ekspor kita 42 ribu unit, naik 33 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani saat ditemui di diler Daihatsu Astra Biz Center BSD, Tangerang, Rabu (20/5).

Lebih rinci merujuk data ekspor Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor ADM Januari-April 2026 sebanyak 42.205 unit. Pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 31.641 unit.

Mazda Bongo yang dijual di Jepang, berbasis Daihatsu Gran Max produksi Sunter. Foto: car.watch.impress.co.jp

Menurutnya, peningkatan ekspor tersebut dipengaruhi kembali pulihnya permintaan dari sejumlah negara tujuan ekspor Daihatsu. Ia menyebut kondisi ekonomi di beberapa negara mulai membaik sehingga permintaan kendaraan kembali meningkat.

“Beberapa negara balik order. Berarti ekonomi dia membaik, mungkin yang tidak terdampak atau negara dengan resource mata uangnya tetap aman,” katanya.

Filipina, Jepang, dan Peru menjadi tiga negara dengan kontribusi ekspor terbesar Daihatsu saat ini. Sementara model kendaraan yang paling banyak diekspor berasal dari segmen mobil perkotaan dan niaga.

"Komposisinya Raize itu 40 persen, kemudian Wigo (penyebutan Agya/Ayla di pasar ekspor) 25 persen dan Town Ace itu 18 persen," lanjutnya.

Daihatsu Gran Max Cargo terbaru di pasar Jepang. Foto: Daihatsu

Selain pasar Asia dan Amerika Latin, Daihatsu juga mengekspor kendaraan ke kawasan Timur Tengah. Terdapat enam negara tujuan ekspor di kawasan tersebut, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Namun, pengiriman ke Timur Tengah sempat mengalami penghentian sementara selama April 2026. Agung menjelaskan, kondisi tersebut terjadi atas permintaan dari negara tujuan terkait faktor geopolitik.

“Mei mereka ekspor lagi. Indonesia itu kualitasnya dipercaya. Minimal maunya tahun ini lebih bagus dan tidak ada global economy yang memengaruhi lagi,” katanya.

Adapun kendaraan produksi Daihatsu Indonesia telah diekspor ke 64 negara. Khusus kendaraan berlabel Daihatsu berupa Gran Max dalam wujud pikap dan minibus ke Jepang, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Kemudian Mazda Bongo ke Jepang, sisanya berupa Raize, Rush, Town Ace, dan juga Wigo dengan label Toyota.