ESDM catat jumlah SPKLU roda empat sebanyak 4.892 unit per Mei

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Hingga Mei 2026, SPKLU roda empat di Indonesia telah mencapai sekitar 4.892 unit

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mobil listrik di Indonesia mencapai 4.892 unit per Mei 2026.

"Hingga Mei 2026, SPKLU roda empat di Indonesia telah mencapai sekitar 4.892 unit. Target pertumbuhan SPKLU roda empat pada tahun 2030 sebesar 62.918 unit," ujar Koordinator Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ferry Triansyah, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Kementerian ESDM, kata dia, terus mendorong ekosistem kendaraan listrik melalui penambahan SPKLU.

Langkah ini tidak hanya bagian dari upaya pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi, khususnya pengurangan impor serta subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Langkah konkret terkait percepatan kendaraan listrik terus dilakukan melalui kolaborasi pengembangan infrastruktur pengisian listrik untuk KBLBB di tiga provinsi pilot project, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali.

Selain pilot percontohan, proyek ENTREV telah melakukan replikasi di enam kota pada enam provinsi, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, dan Serang (Banten).

Menurut Ferry, proyek ENTREV telah melaksanakan sosialisasi KBLBB di enam kota tersebut dan saat ini tengah menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi bagi siswa SMK.

Head of Environment Unit United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia Aretha Aprilia menyampaikan bahwa dinamika geopolitik dan gangguan rantai pasok energi global menjadi pengingat bahwa transisi menuju kendaraan listrik bukan hanya untuk perlindungan lingkungan, namun juga langkah strategis mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Proyek ENTREV sudah memainkan peran yang sangat penting sebagai enabler dan juga katalisator, dan izinkan kami untuk menyampaikan bahwa pada kuartal pertama di 2025, proyek ini telah menjalani Mid-Term Review (MTR) di mana MTR menegaskan bahwa project ENTREV masih tetap sangat relevan dengan tujuan transisi kendaraan listrik nasional Indonesia,” ujar Aretha.

ENTREV merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan UNDP untuk mempercepat transisi menuju kendaraan listrik.

Program ini bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penguatan ekosistem kendaraan listrik dan pembangunan SPKLU di Indonesia.

Baca juga: DKI targetkan emisi turun 50 persen di 2030 lewat kendaraan listrik

Baca juga: PLN perkuat ekosistem kendaraan listrik Jakarta lewat SPKLU ke-4

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.