ESDM Prioritaskan Pembangunan Tahap I PLTS 17 GW, Target 100 GW Dikebut 2 Tahun

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wamen ESDM Yuliot Tanjung di Hotel JW Marriot, Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Kementerian ESDM mulai memprioritaskan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 17 gigawatt (GW) sebagai tahap awal dari target besar 100 GW dalam dua tahun ke depan. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan rencana pengembangan PLTS sedang disusun secara rinci oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE). “Dari Dirjen EBTKE itu juga lagi membuat detailnya. Ini dilakukan prioritas itu, kan, 17 gigawatt terlebih dulu jadi untuk 17 gigawatt, ya, kemudian secara bertahap ini akan dipenuhi sampai dengan 100 gigawatt,” ujar Yuliot, kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (24/4). Yuliot menjelaskan, pemerintah tak langsung membangun seluruh kapasitas 100 GW, melainkan dilakukan secara bertahap. Terkait lokasi pembangunan tahap awal 17 GW, Yuliot menyebut masih dalam proses pemetaan. Dia memastikan pengembangan PLTS ini bakal difokuskan untuk kebutuhan dalam negeri. Ia mengatakan pemerintah akan mengutamakan pemenuhan domestik sebelum mempertimbangkan ekspor listrik berbasis energi terbarukan.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah terpasang di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

“Jadi ini, kan, ya, kita petakan untuk seluruh kebutuhan itu, kan, ada kebutuhan ini sebagai substitusi atau konversi dari ini de-dieselisasi, ya. Kemudian itu, kan, juga ada gas kita menggunakan itu sekitar 20 gigawatt untuk ini PLTG,” jelasnya. Yuliot melanjutkan, pemerintah memprioritaskan pembangunan PLTS di wilayah dengan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik yang masih tinggi, khususnya di sistem kelistrikan milik PT PLN (Persero). “Jadi untuk ini, kan, kita juga bisa konversikan. Jadi untuk yang prioritas kita yang BPP dari PLN tinggi itu kita dorong untuk bagaimana PLTS terlebih dulu,” ujarnya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan menjalankan program listrifikasi sebesar 100 gigawatt (GW). Program ini ditargetkan tercapai dalam waktu dua tahun. Prabowo menegaskan, ke depan tidak boleh lagi ada pembangkit listrik yang bergantung pada bahan bakar diesel atau solar. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah menekan impor energi. “Jadi saya sudah putuskan, akan kita jalankan program listrifikasi 100 gigawatt. 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam 2 tahun. Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar,” kata Prabowo dikutip dari Laman YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/4). Dalam tahap awal, pemerintah akan menutup 13 unit PLTD yang saat ini dioperasikan oleh PLN.

video from internal kumparan