Estrela da Amadora memastikan diri bertahan di kasta tertinggi Primeira Liga Portugal setelah bermain imbang 2-2 melawan SC Braga pada pertandingan pamungkas pekan ke-34 di Stadion Municipal de Braga pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Hasil pertandingan penentu ini membuat Estrela da Amadora finis di peringkat ke-15 klasemen akhir dengan membukukan 30 poin berdasarkan data yang dilansir dari Bola Branca. Jumlah poin tersebut sama dengan koleksi Casa Pia, namun Estrela da Amadora unggul dalam catatan rekor pertemuan langsung atau head-to-head sehingga melempar kompetitornya itu ke zona playoff promosi-degradasi.
Bek tengah Stefan Lekovic menjadi pahlawan bagi Estrela da Amadora lewat torehan dua golnya dalam laga dramatis ini. Lekovic membawa tim tamu unggul cepat pada menit keenam setelah memanfaatkan situasi kemelut di area penalti akibat tendangan bebas Ianis Stoica. SC Braga kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-16 melalui sundulan Gabri Martinez yang menyambar bola muntah hasil tepisan kiper Renan atas tendangan Joao Moutinho.
Ketegangan meningkat setelah Luan Patrick melanggar Leonardo Lelo di kotak penalti yang ditinjau melalui VAR pada menit ke-90. Pau Victor yang maju sebagai eksekutor penalti berhasil membawa SC Braga berbalik unggul 2-1. Namun, Estrela da Amadora selamat dari kekalahan pada menit ke-96 masa injury time setelah Lekovic kembali mencetak gol memaksimalkan umpan Jovane Cabral.
Pada pertandingan lain, CD Nacional mengamankan peringkat ke-14 klasemen akhir dengan 34 poin setelah meraih kemenangan 2-0 atas Vitoria de Guimaraes. Dua gol kemenangan Nacional diborong oleh Chuchu Ramirez pada menit ke-69 dan 86, yang sekaligus memastikan posisi mereka aman bersama Estrela da Amadora untuk tetap berkompetisi di I Liga Portugal musim depan.
Asisten pelatih SC Braga, Carlos Vicens, memberikan evaluasi mengenai perjalanan timnya sepanjang musim yang menutup kompetisi di peringkat kesembilan dengan 42 poin.
"Foi uma temporada com muitos jogos e a equipa mostrou crescimento. Houve altos e baixos pelo caminho, nesta última fase houve menos jogadores disponíveis, menos energia nas pernas, mas os jogadores lutaram sempre pela vitória. Foi a minha primeira temporada em Braga e estou feliz por formar parte deste clube, desta cidade e de treinar este grupo de jogadores. Agora vamos descansar untuk recarregar pilhas e regressar com energia, karena a 23 de julho vamos ter o primeiro jogo oficial [primeira-mão da segunda pré-eliminatória da Liga Europa]. Queremos passar essa eliminatória e temos de preparar bem os jogos." kata Carlos Vicens, Asisten Pelatih SC Braga.
Vicens juga menyesalkan kegagalan timnya dalam mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir pertandingan akibat penurunan kondisi fisik para pemain.
"Queríamos acabar com uma vitória, tínhamos o jogo controlado, chegámos com menos energia neste final de época. Não transformámos o domínio em occasions, embora suficientes para vencer. Não gosto do empate, mas demos a oportunidade a vários jovens para competirem dan conviverem com jogadores da equipa principal." ujar Carlos Vicens, Asisten Pelatih SC Braga.
Mengenai momen-momen krusial di kompetisi antarklub Eropa, ia menyebutkan performa di Sevilla dan semifinal Liga Europa merupakan pencapaian penting meskipun menyisakan sedikit kekecewaan.
"É difícil de eleger. Ver a equipa competir como competiu em Sevilha é um dos momentos mais felizes da época, mas nas ‘meias’ [da Liga Europa] juga fizemos um grande jogo [em casa]. Não sei se foi o pior momento, mas fica a sensação de quase termos conseguido chegar a uma final [referindo-se ao jogo da 2.ª mão com o Friburgo]. Estivemos perto de uma final, estivemos quase. A equipe cresceu muito e deu um passo em frente em termos de maturidade." tutur Carlos Vicens, Asisten Pelatih SC Braga.
Ia juga memuji perkembangan performa salah satu pemain mudanya, Luisinho, yang kembali dipercaya tampil sejak menit awal pertandingan.
"O Luís está a trabalhar bem e formou parte da equipa titular de hoje. Está cada vez melhor, a dar passos dentro do grupo, mas há mais que podem entrar." ungkap Carlos Vicens, Asisten Pelatih SC Braga.
Terakhir, Carlos Vicens memberikan pandangannya mengenai masa depan dua pemain senior di dalam skuad, yakni Paulo Oliveira dan Joao Moutinho, yang masa kontraknya akan segera habis.
"São dois jogadores-chave para o balneário, líderes do grupo. O João teve mais participações do que o Paulo, que começou a titular e depois teve mais dificuldades em entrar na equipa por força da lesão, mas foi importante nesta última fase. Vamos ver o que vai acontecer e tomaremos a melhor opção para ambas as partes. São jogadores que tenho de lhes tirar o chapéu, pois ajudam muito a que as coisas nesta equipa funcionem. Sabem o que significa ser Sp. Braga, são capitães e nota-se que ajudam muito o balneário." jelas Carlos Vicens, Asisten Pelatih SC Braga.
Di sisi lain, laga penentu ini disiarkan secara daring melalui layanan streaming berbayar Disney+ selaku penyedia layanan siaran resmi dengan hak tayang eksklusif, sebagaimana dilansir dari TVH News.
Untuk memudahkan pemirsa dari Indonesia mengakses tayangan lewat gawai, perwakilan TVH News mengonfirmasi adanya petunjuk operasional khusus untuk platform penyiaran tersebut.
"Para penonton dapat mengklik tautan yang tersedia untuk mengakses situs resmi Disney+" ujar perwakilan TVH News.
Pihak TVH News menambahkan terdapat pula opsi unduhan aplikasi bagi para pengguna gawai pintar berbasis iOS maupun Android.
"Terdapat do pihan unduhan aplikasi Disney+ bagi pengguna perangkat Apple, atau tautan terpisah untuk perangkat berbasis Android," kata sumber dari TVH News.
Meskipun demikian, status kepesertaan aktif tetap menjadi syarat utama untuk dapat menikmati tayangan pertandingan sepak bola ini.
"Perlu diingat bahwa untuk menonton pertandingan di Disney+ diperlukan status sebagai pelanggan platform tersebut," jelas TVH News.
41 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·