Pebalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, tengah mengevaluasi berbagai tawaran kontrak untuk musim mendatang di tengah spekulasi kepindahannya ke tim Gresini Racing pada Rabu, 29 April 2026. Atlet asal Italia tersebut saat ini menduduki posisi ketiga dalam klasemen sementara MotoGP di belakang Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.
Melansir laporan insella.it, dinamika pasar pebalap mulai bergeser ke arah barisan kedua setelah posisi tim pabrikan utama mulai terisi. Di Giannantonio menjadi komoditas panas karena konsistensinya dalam meraih poin, sehingga tim Valentino Rossi berupaya mempertahankannya dengan tawaran perlakuan setara tim pabrikan untuk musim 2027.
Pebalap yang akrab disapa Diggia ini menegaskan sikapnya terkait rumor masa depan yang berkembang pesat meski musim baru berjalan empat seri. Ia memilih untuk tetap tenang dalam menentukan langkah karier selanjutnya bersama manajemen internalnya.
"Voglio essere onesto, non voglio giocare a poker! L'ho già detto giovedì quando mi hanno chiesto del mio futuro. Sono grato per il momento presente. Rifletteremo sul mio futuro in pace. Ovviamente, l'interesse significa che stai facendo un buon lavoro. Conosciamo le nostre priorità, insieme al mio ambiente abbiamo parlato con le persone interessate" kata Fabio Di Giannantonio, pebalap MotoGP.
Meskipun tawaran dari Gresini cukup menarik, sang pebalap tetap menekankan loyalitasnya kepada tim saat ini hingga kontrak berakhir. Ia mengapresiasi kinerja kru mekanik yang dianggapnya sebagai tim terbaik yang pernah ia miliki sepanjang karier balapnya.
"Certo, servono notizie per la gente, ma siamo solo alla quarta gara della stagione! Indosserò questi colori fino alla fine della stagione. E posso dire che è la migliore squadra che abbia mai avuto. Dovremmo concentrarci di più sul presente" ujar Fabio Di Giannantonio.
Di sela rumor transfer, Di Giannantonio merampungkan tes resmi di Jerez dengan menguji pembaruan perangkat aerodinamika pada Ducati GP26. Fokus utama pengujian tersebut adalah memberikan umpan balik kepada Ducati mengenai desain penutup mesin (fairing) yang akan terus dikembangkan.
"Non ancora la carenatura definitiva. Era importante che Ducati ricevesse un feedback finale per portare un'altra versione in futuro. Ma ero ancora più soddisfatto di ciò che abbiamo cambiato all'interno della carenatura, perché ha fatto una bella differenza" tutur Fabio Di Giannantonio.
Selain masalah teknis, fokus pengujian juga mencakup pengaturan sistem pengereman motor. Sang pebalap merasa puas dengan konfigurasi standar yang dimiliki saat ini meski tetap mencari celah untuk peningkatan performa pada balapan berikutnya.
"Ma quando la moto è già buona, è difficile trovare qualcosa di meglio. Alcune impostazioni erano migliori, altre peggiori. Nel complesso, ero anche abbastanza soddisfatto della mia configurazione predefinita. Per le prossime gare, spero che riusciremo a unire i lati positivi e mantenere le cose positive che ho già" ucap Fabio Di Giannantonio.
Kondisi fisik juga menjadi perhatian setelah adanya kendala pada bahu kiri yang muncul sejak rangkaian balap di Brasil dan Amerika Serikat. Hal ini memaksa tim medis untuk memberikan penanganan khusus agar sang pebalap tetap bisa bersaing di seri Le Mans dan Mugello mendatang.
"Da quando sono stato in Brasile e poi in America, ho avuto di nuovo un piccolo problema alla spalla sinistra. Ecco perché ho dovuto ridurre il numero di giri per uscita, e nel pomeriggio ho dovuto prendere di nuovo antidolorifici. Dobbiamo gestire un po' il dolore al momento" jelas Fabio Di Giannantonio.
Berdasarkan data corsedimoto.com, beberapa pebalap lain juga mulai menentukan arah, seperti Alex Marquez yang dipastikan menuju KTM Factory. Sementara itu, Enea Bastianini dikabarkan sedang dalam negosiasi tahap lanjut untuk kembali bergabung dengan skuat Gresini Racing.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·