Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau langsung Klenteng See Hin Kiong di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (16/4/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempercepat pengusulan rumah ibadah bersejarah tersebut menjadi cagar budaya peringkat nasional.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melestarikan peninggalan bersejarah di wilayah Sumatera Barat. Klenteng See Hin Kiong dinilai sebagai simbol nyata akulturasi budaya Tionghoa dan Minangkabau.
Bangunan ini diperkirakan berdiri sejak tahun 1841 dan menjadi salah satu tempat ibadah tertua di Kota Padang. Nilai historisnya diperkuat dengan catatan visual dari fotografer pionir Woodbury dan Page pada kisaran tahun 1857 silam.
"Klenteng See Hin Kiong merupakan salah satu klenteng tertua di wilayah Padang. Klenteng ini diperkirakan dibangun pada tahun 1841, di mana kelenteng See Hin Kiong ini tentu mempunyai nilai historis dan nilai sejarah yang penting karena merupakan wujud nyata akulturasi budaya," ungkap Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI.
Fadli menambahkan bahwa meskipun sempat mengalami kebakaran pada era 1860-an, bangunan ini telah direnovasi pada 1890. Saat ini statusnya masih berada di tingkat cagar budaya provinsi, sehingga perlu ditingkatkan ke level nasional.
Rencana revitalisasi akan dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dengan pemerintah daerah setempat. Proses ini mencakup kajian mendalam terhadap nilai sosial-budaya serta dokumentasi sejarah yang lebih komprehensif untuk memetakan aset budaya Nusantara.
Pemerintah menargetkan pascarevitalisasi, lokasi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai museum dan destinasi wisata budaya. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat keberagaman dan kekayaan khazanah warisan budaya di Kota Padang.
Ketua Klenteng See Hin Kiong, Tan Kim Siong, menyatakan dukungannya terhadap rencana pelestarian tersebut sebagai penjaga memori kolektif masyarakat. Arsitektur khas klenteng ini dipandang sebagai representasi dinamis dari pengembangan nilai spiritual lintas generasi di Tanah Minang.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·