Penyerang Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, memicu kontroversi besar setelah melepaskan tendangan berbahaya ke arah pemain lawan dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu 19 Maret 2026.
Insiden kekerasan tersebut terjadi saat Bhayangkara FC U-20 menjamu Dewa United U-20 pada matchday ke-33 kompetisi tersebut. Dilansir dari Medcom, aksi brutal Alberto berupa tendangan keras yang menyerupai gerakan bela diri hampir mengenai kepala bagian belakang pemain lawan hingga korban tersungkur di lapangan.
Kericuhan pecah di stadion diduga karena para pemain dan staf tim tuan rumah tidak mampu mengendalikan emosi setelah menelan kekalahan di kandang sendiri. Kejadian tersebut langsung menjadi pusat perhatian publik setelah rekaman video aksi kekerasan itu tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Karier Fadly Alberto Hengga kini berada dalam ancaman serius mengingat statusnya sebagai salah satu pemain muda yang sebelumnya diproyeksikan menjadi pilar masa depan Timnas Indonesia. Padahal, pemain ini baru saja menyelesaikan pemusatan latihan bersama skuad Timnas U-20 di Surabaya pada pertengahan Maret sebagai persiapan kualifikasi Piala Asia.
Kekecewaan mendalam disampaikan oleh netizen yang mendesak otoritas sepak bola nasional untuk bertindak tegas terhadap perilaku tidak sportif tersebut. Sebagian besar masyarakat pecinta sepak bola melalui media sosial menuntut adanya sanksi maksimal agar kejadian serupa tidak terulang kembali di level akademi.
"kungfu" kata Netizen.
Istilah tersebut merujuk pada gerakan kaki Hengga yang dinilai sangat membahayakan nyawa lawan dan tidak mencerminkan nilai sportivitas. Publik mengkhawatirkan ekosistem sepak bola nasional akan rusak jika tindakan brutal seperti ini tidak dijatuhi hukuman yang memberikan efek jera.
Kini, keputusan mengenai nasib pemain yang pernah membobol gawang Honduras di Piala Dunia U-17 tersebut sepenuhnya berada di tangan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Jika dijatuhi hukuman berat, peluang Hengga untuk kembali membela tim nasional di masa mendatang diprediksi akan tertutup rapat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·