Fadly Alberto Terancam Sanksi Komdis PSSI Buntut Kericuhan EPA U&20

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pemain muda Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, kini menghadapi ancaman sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah terlibat kericuhan dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20. Insiden tersebut memicu mediasi antara pihak klub di Dewa United Arena, Pagedangan, Banten, pada Rabu (22/4/2026).

Dilansir dari Detik Sport, upaya perdamaian telah disepakati oleh manajemen Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 guna meredam situasi pascabentrokan. Kendati proses mediasi berakhir damai, Fadly Alberto bersama sejumlah pelaku kericuhan lainnya tetap harus menunggu keputusan resmi terkait hukuman disiplin yang akan dijatuhkan.

Fadly Alberto mengakui kesalahan fatal yang dilakukannya di lapangan hijau dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik. Ia menilai tindakannya tersebut telah merusak nilai-nilai sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam kompetisi nasional.

"Ini tindakan yang mungkin paling bodoh lah di sepakbola, yang tentunya masyarakat Indonesia tidak suka. Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena tindakan saya ini mencemari sportivitas sepakbola," kata Fadly.

Pemain yang sempat membela Timnas Indonesia U-17 pada ajang Piala Dunia U-17 2025 ini menegaskan komitmennya untuk tidak menyerah pada karier profesionalnya. Meskipun saat ini terganjal masalah kedisiplinan, ia bertekad untuk terus berlatih demi mencapai cita-citanya di dunia sepak bola.

"Cita-cita saya sebagai pemain bola tetap saya terus kejar meskipun banyak rintangan seperti sekarang. Mungkin ini juga musibah buat saya, cobaan, dan saya akan terus bekerja keras sebagaimana saya sampai sekarang," ujar Fadly.

Mengenai pemicu keributan, Fadly menjelaskan bahwa situasi di lapangan sangat memanas akibat persaingan ketat dalam perolehan poin. Ia juga menyoroti performa perangkat pertandingan yang dinilainya turut mempengaruhi emosi para pemain di lapangan.

"Waktu pertandingan karena tensi tinggi juga, panas karena sama-sama mengejar poin. Cukup, mungkin dari kepemimpinan wasit juga sedikit bermasalah, itu yang menjadikan pemicu dari kami. Ke depannya saya akan melakukan evaluasi dari diri saya sendiri dan tim," ucap Fadly.

Anggota skuad Garuda Muda tersebut kini menjadikan peristiwa memalukan ini sebagai titik balik untuk memperbaiki kontrol diri di masa depan. Ia mengaku tidak pernah membayangkan tindakan emosional sesaat tersebut akan berdampak besar pada kelangsungan kariernya.

"Tentunya yang terjadi sekarang menjadi pengalaman berharga buat saya karena ini juga enggak pernah saya pikirkan bisa sampai begini," tutur Fadly Alberto.