Fajar/Joaquin Kalahkan Thailand dan Samakan Kedudukan di Piala Thomas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin berhasil menyamakan kedudukan Indonesia menjadi 2-2 atas Thailand dalam fase grup Piala Thomas 2026 di Horsens. Keberhasilan tersebut diraih usai menumbangkan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul melalui pertandingan ketat tiga gim dengan skor 19-21, 21-17, dan 25-23.

Kemenangan pasangan baru ini sekaligus memaksakan jalannya pertandingan kelima sebagai penentu hasil akhir tim. Sebagaimana dilansir dari Medcom, Fajar/Joaquin sukses menerapkan strategi menyerang meski sempat menghadapi kendala adaptasi di awal laga serta tekanan akibat posisi tim yang tertinggal.

"Syukur alhamdulillah bisa mengambil poin dari lawan, menyamakan kedudukan. Partai yang sangat ramai, seru dan juga luar biasa rasanya bisa berpasangan dengan Joaquin. Ini strategi pelatih dan kami bersyukur bisa menjalankan tugas dengan baik," ujar Fajar.

Fajar mengungkapkan adanya rasa tegang saat memasuki lapangan karena kondisi skor tim Indonesia yang sedang tertinggal 1-2. Memori kekalahan dari wakil Thailand pada edisi Piala Thomas sebelumnya saat masih berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto juga sempat membayangi pikirannya.

"Saya sempat terlintas kekalahan dari pasangan Thailand ini saat masih berpasangan dengan Rian, itu terjadi di Piala Thomas juga. Masuk lapangan sempat tegang juga karena tim tertinggal 1-2," papar Fajar.

Meskipun sempat memimpin jauh pada gim penentu, perolehan poin Fajar/Joaquin sempat terus ditempel oleh lawan yang bermain tanpa menyerah. Fajar menyebutkan bahwa kunci kebangkitan mereka ada pada perbaikan komunikasi setelah kesulitan menemukan pola permainan pada gim pertama.

"Tapi bagaimana kami mencoba rileks, mencoba enjoy di dalam lapangan. Di gim pertama masih adaptasi, masih belum klop permainannya tapi di gim kedua kami mencoba komunikasi dengan baik dan akhirnya bisa menerapkan strategi yang diinginkan," ungkap Fajar.

Selain faktor teknis, pertandingan ini juga diwarnai dengan kekecewaan pemain terhadap wasit servis. Fajar menilai beberapa keputusan hakim servis sangat merugikan momentum permainan bagi kedua belah pihak.

"Cukup kesal dengan keputusan-keputusan service judge tapi bukan hanya untuk kami tapi juga untuk pasangan Thailand saya rasa," ucap Fajar.

Senada dengan rekannya, Nikolaus Joaquin mengaku sempat terganggu dengan intensitas pelanggaran servis yang diberikan hakim pertandingan. Berdasarkan catatan pemain, terdapat sekitar enam kali pelanggaran servis yang dijatuhkan kepada pasangan Indonesia.

"Tadi kami di gim ketiga sudah memimpin jauh dan saya rasa sudah cukup fokus, tidak ingin terkejar poinnya. Namun lawan bermain sangat all out, tidak mau menyerah," kata Joaquin.

Joaquin menambahkan bahwa dirinya berupaya tetap fokus pada perolehan poin demi poin meski merasa terganggu dengan keputusan wasit. Baginya, debut di Piala Thomas bersama pemain senior memberikan banyak pelajaran berharga.

"Beberapa kali juga, mungkin total 6 kali di-fault servis saya dan a Fajar. Cukup mengganggu tapi kami coba tidak memikirkan itu, fokus cari satu poin demi satu poin lagi," beber Joaquin.

Pertandingan ini menjadi momen penting bagi perkembangan karier Joaquin di level beregu internasional. Ia merasa sangat bersyukur mendapatkan arahan langsung dari jajaran pelatih serta pemain senior selama berada di lapangan.

"Ini jadi pengalaman berharga untuk saya. Senang sekali di Piala Thomas bisa berpasangan dengan a Fajar lalu di kursi pelatih ada koh Anton dan koh Hendra. Saya banyak mendapat ilmu," pungkas Joaquin.