Fakta-fakta soal Selat Hormuz: Iran Sempat Buka, Kini Ditutup Lagi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi - Selat Hormuz. Foto: artemegorovv/Shutterstock

Selat Hormuz kembali jadi sorotan dunia setelah Iran sempat membuka jalur pelayaran vital tersebut, namun hanya berselang beberapa jam langsung menutupnya lagi. Kebijakan buka-tutup ini terjadi di tengah memanasnya konflik dengan Amerika Serikat, yang dituding masih melanjutkan blokade terhadap kapal-kapal Iran.

Iran Sempat Buka Selat Hormuz

Dalam unggahan di media sosial X, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan jalur pelayaran untuk seluruh kapal komersial di Selat Hormuz telah dibuka penuh. Ia menyebut jalur tersebut "completely open" setelah adanya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS), Vega Pita, mengatakan PIS telah intensif memantau dan menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman guna memastikan kedua kapal dapat melintas tanpa kendala.

“Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontijensi,” kata Vega melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/4).

Militer Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Militer Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4). Selat tersebut sempat dibuka selama beberapa jam, dan sejumlah kapal telah melintasi perairan itu.

Laporan terkait penutupan selat disampaikan pada Sabtu pagi waktu Iran. Hal tersebut diumumkan militer Iran melalui siaran resmi televisi pemerintah.

“Kendali Selat Hormuz kembali pada status sebelumnya,” kata militer Iran, seperti dikutip dari AFP. “Kini berada di bawah manajemen dan kendali ketat angkatan bersenjata,” sambungnya.

Militer Iran menyatakan keputusan itu diambil lantaran Amerika Serikat (AS) terus memblokade keluar-masuk kapal ke pelabuhan di negaranya.

video story embed

Dua Kapal Terkena Tembakan di Selat Hormuz

Setidaknya dua kapal terkena tembakan saat mencoba melewati Selat Hormuz, Sabtu (18/4). Informasi tersebut disampaikan sumber maritim dan perkapalan kepada kantor berita Reuters.

Berdasarkan data pelacak maritim, terdapat delapan kapal tanker yang tengah transit di perairan Selat Hormuz. Ini menjadi pergerakan terbesar kapal-kapal di kawasan tersebut sejak perang di Iran pecah pada 28 Februari 2026.

Namun, setelah sempat dibuka selama beberapa jam, militer Iran pada Sabtu pagi waktu setempat kembali menutup Selat Hormuz. Selat itu merupakan jalur utama bagi sekitar seperlima perdagangan minyak global.

Iran menyebut penutupan Hormuz dilakukan lantaran Amerika Serikat (AS) masih memblokade keluar-masuk kapal ke pelabuhan-pelabuhannya, demikian dikutip dari Reuters.