Fakta Mengejutkan! Ternyata Lobster Tersiksa Saat Direbus Hidup-hidup

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Lobster ternyata bisa merasakan sakit saat direbus hidup-hidup. Temuan dari penelitian terbaru di Swedia ini memicu perdebatan soal cara memasak lobster dan mendorong ilmuwan untuk mencari metode yang dianggap lebih manusiawi.

Selama ini, merebus lobster hidup-hidup sudah menjadi praktik umum di restoran seafood. Cara ini dianggap mampu menjaga kualitas daging seafood tetap segar, juicy, dan teksturnya tidak cepat berubah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa lobster ternyata dapat merasakan sakit seperti manusia.

Dalam studi tersebut, peneliti mengamati perilaku lobster Norwegia saat terkena sengatan listrik di dalam air. Lobster terlihat berusaha melarikan diri dengan cara mengibaskan ekornya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, ketika lobster lebih dulu diberi obat pereda nyeri, reaksi itu berkurang bahkan hilang saat terkena sengatan listrik.

Hal tersebut membuat peneliti menduga respons yang diberikan bukan sekadar refleks biasa. Selain itu, terdapat kemungkinan yang sama pada kelompok hewan krustasea lain, seperti kepiting, udang, dan crayfish.

Akibat temuan tersebut, sejumlah ilmuwan kini mendorong pembatasan praktik merebus lobster hidup-hidup. Beberapa negara sebenarnya sudah menerapkan aturan itu lebih dulu.

Norwegia, Selandia Baru, Austria, serta beberapa negara bagian di Australia telah melarang lobster direbus hidup-hidup. Inggris juga tengah mengusulkan regulasi serupa.

Pencurian lobsterLobster diketahui bisa merasakan sakit ketika direbus dalam keadaan hidup. Foto: People

Lynne Sneddon, profesor zoofisiologi dari Department of Biology and Environmental Science University of Gothenburg di Swedia, sekaligus salah satu peneliti dalam studi tersebut, mengatakan ada beberapa cara yang dinilai lebih manusiawi untuk mematikan lobster sebelum dimasak.

Salah satunya adalah metode 'spiking', yaitu menusukkan pisau di antara mata lobster untuk menghancurkan sistem sarafnya. Setelah itu, tubuh lobster dibelah agar seluruh saraf benar-benar berhenti bekerja.

Selain itu, restoran juga bisa menggunakan alat kejut listrik khusus yang membuat lobster tidak sadar sebelum dimasak. Sayangnya, alat tersebut dinilai cukup mahal.

Untuk memasak di rumah, Sneddon menyarankan lobster disimpan lebih dulu di freezer agar sistem sarafnya melambat sebelum dimasak.

"Pada akhirnya, alternatif selain memasak lobster hidup-hidup itu memang ada," ujar Sneddon.

Meski begitu, sebagian chef menilai metode alternatif tersebut punya konsekuensi terhadap kualitas makanan. Chef Chris Valdes menjelaskan praktik merebus lobster hidup-hidup selama ini dilakukan demi menjaga kualitas daging.

"Begitu lobster mati, semuanya mulai berubah dengan cepat. Karena itu, merebus menjadi standar karena cepat, konsisten, dan menjaga kualitas daging tetap baik," kata Valdes.

Menurutnya, membekukan lobster sebelum dimasak memang tidak terlalu memengaruhi rasa, tetapi tekstur daging bisa menjadi lebih lembut dan kurang juicy.

lobsterBanyak ilmuwan menyoroti metode memasak lobster yang lebih manusiawi. Foto: Istimewa

Senior Food Director Delish, Robert Seixas, juga menilai metode yang lebih manusiawi patut dipertimbangkan. Ia menyebut metode 'spiking' kemungkinan menjadi pilihan terbaik.

Selain itu, Seixas juga mengungkap metode lain yang cukup unik, yaitu menghipnotis lobster sebelum direbus. Caranya dengan menyeimbangkan lobster di atas kepalanya sambil mengusap bagian antara matanya hingga lobster masuk ke kondisi yang disebut 'tonic immobilization'.

Meski membutuhkan waktu tambahan dalam proses persiapan makanan, sejumlah chef yakin restoran akan mampu beradaptasi jika larangan merebus lobster hidup-hidup makin meluas di kemudian hari.


(Dita Aliccia Armadani/adr)