FC Aarau bersiap menghadapi laga sengit melawan Grasshopper Club Zurich dalam babak barrage setelah gagal memanfaatkan keunggulan dua gol di kandang pada Jumat malam. Hasil tersebut memaksa mereka menunda mimpi promosi langsung ke Super League dan harus bertanding kembali tiga hari kemudian.
Jadwal pertandingan babak barrage ini dimajukan karena Stadion Letzigrund milik Grasshopper Club Zurich (GC) akan digunakan untuk konser pada tanggal yang direncanakan semula. Kondisi tersebut memaksa liga menetapkan tanggal pengganti yang memicu kekecewaan di kubu Aarau.
Perubahan jadwal ini dinilai merugikan perwakilan Challenge League karena Aarau harus tampil dengan kekuatan penuh pada laga sebelumnya, sementara GC dapat mengistirahatkan skuad utama mereka pada pertandingan hari Sabtu.
Pelatih Brunello Iacopetta berupaya mengalihkan kekecewaan tim menjadi energi positif untuk menghadapi laga yang sudah di depan mata.
"good, dass es gleich losgeht" kata Brunello Iacopetta, Pelatih FC Aarau.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan suporter di Stadion Brügglifeld yang setia mendampingi tim sepanjang musim.
"Sie haben uns die ganze Saison begleitet, das kann ein unglaublicher Vorteil sein." tutur Brunello Iacopetta, Pelatih FC Aarau.
Kapten tim Marco Thaler memprediksi bahwa GC akan tampil agresif dan mengandalkan intensitas tinggi sejak awal pertandingan untuk menekan pertahanan Aarau.
"Sie werden versuchen, uns mit Intensität zu überfahren, denken, sie können Vollgas kommen. Dann müssen wir zeigen, dass wir ready sind." kata Marco Thaler, Kapten FC Aarau.
Berdasarkan data statistik yang dilansir dari SRF, dari 16 laga barrage sejak tahun 2004, tim dari Super League berhasil menang sebanyak 11 kali. Rekor FC Aarau dalam fase ini juga kurang berpihak, di mana mereka gagal dalam tiga kesempatan saat berstatus sebagai tim Challenge League.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·