FC Augsburg berhasil meraih kemenangan krusial 2-1 atas Bayer Leverkusen dalam lanjutan Bundesliga di BayArena pada Minggu, 19 April 2026, meski tuan rumah mendominasi dengan 35 tembakan sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini memastikan posisi Augsburg di klasemen dengan selisih sepuluh poin dari zona degradasi, sementara Leverkusen kini terancam gagal menembus zona Liga Champions karena tertahan oleh penampilan gemilang kiper tim tamu.
Direktur Olahraga Bayer Leverkusen, Simon Rolfes, menyoroti ketidakmampuan barisan penyerang timnya dalam mengonversi peluang yang sangat melimpah menjadi gol tambahan bagi timnya.
"Jika Anda memiliki banyak peluang, Anda juga harus mencetak gol. Anda harus memanfaatkan peluang tersebut dan menyelesaikannya dengan ketegasan serta kejelasan. Mungkin kita juga kadang melakukan penyelesaian saat seharusnya bisa mengoper sekali lagi. Presisi dan kejelasan ini yang hilang," tutur Simon Rolfes, Direktur Olahraga Bayer Leverkusen.
Rolfes menambahkan bahwa kegagalan meraih poin penuh melawan tim di papan bawah menjadi hambatan besar bagi ambisi klub untuk berada di papan atas musim ini.
"Itu adalah poin yang terlalu banyak (hilang) saat melawan tim-tim tersebut—Anda harus memenangkannya. Itu tidak selalu merupakan kemenangan spektakuler, namun pada akhirnya menjadi poin penting dalam satu musim untuk berada di puncak," ucap Simon Rolfes.
Terkait kesalahan pemain muda Montrell Culbreath yang menyebabkan penalti di masa perpanjangan waktu, Rolfes memberikan pembelaan agar sang pemain tidak kehilangan kepercayaan diri.
"Situasi seperti itu juga pernah terjadi pada pemain lain sebelumnya. Hal itu menjengkelkan, tapi tidak boleh membuatnya keluar dari jalur. Itu hanya akan membantunya menjadi lebih kuat. Dia melakukannya dengan hebat, dia anak yang hebat," kata Simon Rolfes.
Pelatih Bayer Leverkusen, Kasper Hjulmand, mengaku frustrasi dengan hasil akhir yang tidak mencerminkan jalannya pertandingan di mana timnya memegang kendali penuh.
"Sangat membingungkan. Kami bermain dengan dominasi yang sangat besar. Tentu frustrasi karena kami tidak mencetak lebih dari satu gol," ujar Kasper Hjulmand, Pelatih Bayer Leverkusen.
Hjulmand menilai sepak bola terkadang memberikan hasil yang tidak adil bagi tim yang bermain jauh lebih baik di lapangan hijau secara statistik.
"Sepak bola terkadang brutal. Anda bisa kalah dalam pertandingan saat Anda menjadi tim yang lebih baik," kata Kasper Hjulmand.
Penjaga gawang Bayer Leverkusen, Mark Flekken, mengakui adanya kekurangan kualitas pada penyelesaian akhir serta kesalahan komunikasi di lini pertahanan sendiri.
"Kami memainkan permainan yang bagus, menciptakan sangat banyak peluang. Sayangnya kualitas dalam penyelesaian akhir kurang untuk mencetak gol. Dan kemudian kami kembali kebobolan dua gol yang sebenarnya pasti bisa dihindari," ujar Mark Flekken, Kiper Bayer Leverkusen.
Flekken juga mengomentari insiden penalti yang dilakukan Culbreath sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi pemain berusia 18 tahun tersebut.
"Penalti itu sedikit tidak perlu—itu adalah biaya belajar bagi seorang pemain berusia 18 tahun," ucap Mark Flekken.
Bek Bayer Leverkusen, Jarell Quansah, menegaskan pentingnya kualifikasi Liga Champions bagi klub sebesar Leverkusen dan berharap bisa bangkit di kompetisi lain.
"Ini adalah klub yang seharusnya bermain di Liga Champions. Saya yakin kami telah menunjukkan musim ini bahwa kami bisa bermain dan bersaing melawan tim-tim terbaik. Akan menjadi sebuah aib jika kami tidak mencapai Liga Champions," tutur Jarell Quansah, Bek Bayer Leverkusen.
Menjelang laga semifinal DFB-Pokal melawan Bayern Munich, Quansah melihat kesempatan besar untuk mengubah momentum musim mereka.
"Itu akan menjadi malam yang spesial, semoga. Di sana Anda tidak butuh motivasi. Itu bisa mengubah musim ini. Itu bisa membawa kita ke final yang sangat besar. Kami tahu betapa pentingnya pertandingan ini," kata Jarell Quansah.
Di kubu lawan, Pelatih FC Augsburg, Manuel Baum, memberikan pujian setinggi langit kepada Finn Dahmen yang melakukan serangkaian penyelamatan gemilang.
"Jika seseorang membuat video sorotan tentang Finn hari ini, itu mungkin akan berdurasi sepuluh menit. Dia memiliki andil yang sangat besar dalam kesuksesan kami. Jika melihat beberapa minggu terakhir, penyelamatan yang dia berikan—dia punya setiap hak untuk berada di Piala Dunia. Dia menegaskan itu minggu demi minggu," ujar Manuel Baum, Pelatih FC Augsburg.
Leverkusen selanjutnya akan menjamu Bayern Munich di semifinal DFB-Pokal pada Rabu mendatang sebelum melakoni laga derby melawan FC Köln pada Sabtu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·