FC Lugano Tahan Imbang Sion 2&2 di Stadion Tourbillon

Sedang Trending 1 jam yang lalu

FC Lugano berhasil mempertahankan peluang kualifikasi kompetisi Eropa setelah bermain imbang 2-2 melawan FC Sion dalam laga krusial Liga Super Swiss di Stadion Tourbillon pada Kamis, 14 Mei 2026. Gol penyelamat dari Papadopoulos di menit akhir memastikan tim tamu tetap unggul dua poin atas rival langsung mereka tersebut.

Pertandingan dimulai dengan tekanan dari tim tamu yang membuahkan hasil pada menit ke-31 melalui sontekan Koutsias setelah menerima umpan matang dari Belhadj. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum, di mana pertahanan Lugano yang dipimpin Von Ballmoos berhasil meredam agresivitas serangan tuan rumah tanpa kebobolan satu pun tembakan tepat sasaran.

Memasuki babak kedua, situasi berbalik setelah kesalahan koordinasi di lini belakang Lugano dimanfaatkan oleh Chouaref untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Sion kemudian berbalik unggul 2-1 melalui gol Baltazar Costa pada menit ke-63, yang memicu tekanan besar bagi skuat asuhan Mattia Croci-Torti di hadapan 14.300 penonton.

Harapan Lugano hampir sirna ketika tembakan Boteli membentur tiang gawang, namun Papadopoulos muncul sebagai pahlawan dengan menyambar bola muntah hasil tepisan kiper Racioppi tepat pada menit ke-90. Hasil ini menempatkan Lugano di posisi ketiga dengan sisa satu pertandingan lagi untuk mengamankan tiket babak kualifikasi Conference League.

Mengenai ambisi tim dalam menghadapi sisa kompetisi, Théo Berdayes memberikan pandangannya terkait posisi tim tuan rumah.

"Ci siamo guadagnati il diritto di sognare, non abbiamo nulla da perdere" kata Théo Berdayes, penyerang Sion.

Papadopoulos yang menjadi pencetak gol penentu menyatakan keyakinannya sebelum pertandingan dimulai untuk menjaga fokus tim.

"Sappiamo che è un avversario in forma e difficile da affrontare, ma dobbiamo restare concentrati su noi stessi. Ci aspettano due finali, siamo concentrati e convinti" ujar Papadopoulos, bek Lugano.

Pelatih Mattia Croci-Torti memberikan evaluasi mendalam setelah timnya nyaris kehilangan kendali di babak kedua namun berhasil bangkit di saat kritis.

"Era fondamentale non perdere, se volevamo conservare il destino nelle nostre mani" jelas Mattia Croci-Torti, pelatih Lugano.

Croci-Torti mengakui adanya periode sulit yang dialami anak asuhnya meski memulai laga dengan sangat meyakinkan.

"Eravamo comunque venuti in Vallese per vincere, e nel primo tempo lo abbiamo dimostrato. Poi, certo, abbiamo concesso loro troppe occasioni e per una decina di minuti siamo andati in difficoltà – com’è purtroppo successo troppe volte di recente –, ma grazie al carattere siamo riusciti comunque a toglierci dai guai. E non era facile, considerando le 13 gare consecutive senza sconfitte del Sion. Avremmo voluto festeggiare già oggi, ma bisogna essere realisti: quella vallesana è una squadra forte. Ora ci giochiamo tutto domenica, davanti ai nostri tifosi per l’ultima volta nel vecchio stadio, un impianto che va onorato al meglio. Noi avremo certo più motivazione del Basilea, che alla propria stagione non ha più nulla da chiedere, e quindi sono convinto che faremo una grande partita" tutup Mattia Croci-Torti, pelatih Lugano.

Berdasarkan data klasemen, Lugano kini tetap menghuni peringkat ketiga dan akan menjamu Basel pada hari Minggu mendatang, sementara Sion harus bertandang ke markas Young Boys untuk menentukan nasib akhir mereka.