FC Midtjylland melayangkan protes keras terhadap pemilihan Stadion Parken sebagai lokasi pertandingan final Piala Denmark melawan FC Copenhagen pada Kamis, 14 Mei 2026. Laga yang dijadwalkan pukul 17.00 waktu setempat ini menjadi penentu tiket kualifikasi Liga Europa musim mendatang.
Ketua Dewan FC Midtjylland, Claus Steinlein, menilai penetapan arena tersebut tidak adil karena merupakan markas permanen lawan. Menurut Steinlein, situasi ini memberikan keunggulan teknis serta psikologis yang signifikan bagi FC Copenhagen dalam perebutan gelar juara domestik.
Manajemen Midtjylland turut menyoroti penggunaan ruang ganti tetap dan dominasi basis suporter tuan rumah di tribun sebagai faktor yang merugikan. Steinlein mendesak otoritas sepak bola Denmark untuk memindahkan lokasi final ke stadion lain demi menjaga sportivitas dan netralitas kompetisi.
"If you ask me professionally, it is a Europa League place that we are playing for. Should FC Copenhagen have the advantage of home ground every time they are in the final? I think that is a huge advantage. The Europa League is a huge competition to qualify for, and in that way, I think it is unfair that FC Copenhagen has home ground every time." kata Claus Steinlein, Ketua Dewan FC Midtjylland.
Steinlein menegaskan bahwa aspek keadilan olahraga terganggu jika satu tim memiliki keunggulan geografis yang berulang setiap musimnya. Hal ini dianggap mencederai nilai-nilai kompetisi profesional saat memperebutkan tiket ke kancah Eropa yang bernilai sangat tinggi bagi masa depan klub.
"FC Copenhagen are in their own dressing room, they feel at home, and have their own stand. It is too big an advantage when you see the importance of the sporting value of the match. That is why I have been a professional advocate for us to move the matches to some stadiums", ujar Steinlein.
Ambisi besar Midtjylland untuk meraih gelar ganda musim ini menjadi latar belakang kuat di balik keberatan tersebut. Di sisi lain, FC Copenhagen sangat membutuhkan kemenangan ini sebagai upaya terakhir menyelamatkan musim mereka setelah mencatatkan hasil buruk di papan bawah klasemen liga.
"Secara profesional, ini adalah perebutan tiket Liga Europa. Apakah FC Copenhagen harus mendapatkan keuntungan sebagai tuan rumah setiap kali mereka masuk final? Saya pikir itu keuntungan yang sangat besar," ujar Claus Steinlein, Ketua Dewan FC Midtjylland.
Kritik mengenai netralitas arena ini menjadi topik utama menjelang sepak mula dilakukan di stadion nasional tersebut. Pihak klub kembali menekankan bahwa kualifikasi Eropa adalah pencapaian yang terlalu krusial untuk dipengaruhi oleh faktor keuntungan tim tuan rumah.
"Jika Anda bertanya kepada saya secara profesional, ini adalah tempat Liga Europa yang sedang kita perebutkan. Haruskah FC Copenhagen mendapatkan keuntungan sebagai tuan rumah setiap kali mereka masuk ke final? Saya pikir itu adalah keuntungan besar," kata Claus Steinlein, Ketua Dewan FC Midtjylland.
Laga final ini disiarkan melalui Viaplay Denmark bagi penonton lokal, sementara pemirsa global dapat mengakses melalui platform DAZN dan Sporty TV sebagaimana dilaporkan oleh harianbasis.co.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·