FC Porto Tekuk Santa Clara Jelang Angkat Piala Liga Portugal

Sedang Trending 1 jam yang lalu

FC Porto memetik kemenangan tipis 1-0 atas Santa Clara lewat gol bunuh diri Sidney Lima dalam laga pamungkas Liga Portugal di Stadion do Dragao pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Hasil positif pada pertandingan penutup tersebut memicu perayaan emosional dari seluruh skuad untuk merayakan gelar juara liga yang telah mereka kunci sejak dua pekan lalu.

Seusai laga, pelatih FC Porto Francesco Farioli mengapresiasi kerja keras anak asuhnya serta menjelaskan perihal rotasi taktis tim termasuk penempatan Rodrigo Mora sebagai penyerang semu.

"Acho que foi um jogo com um significado especial, para celebrar o título à frente dos nossos adeptos. Foi importante terminar com uma vitória, mas o verdadeiro espetáculo estava lá fora, e acho que foi apenas uma antecipação do que vai acontecer mais tarde nos Aliados" kata Farioli kepada Sport TV.

Manajer asal Italia tersebut juga memberikan kesempatan debut kepada sejumlah pemain muda seperti penjaga gawang Joao Costa dan Bernardo Lima sebagai penghargaan atas kontribusi mereka.

"Foi algo que fizemos três vezes esta época, aconteceu durante muito pouco tempo. Hoje queríamos terminar com o Rodrigo em campo, queríamos colocar o Gabril, por isso foi também uma adaptação de acordo com a gestão do plantel. É uma possibilidade de que falámos e vamos ver para a próxima época que ideias implementar depois das férias." ujar Farioli.

Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan kebersamaan tim yang dinilai Farioli sudah seperti keluarga sendiri sepanjang mengarungi kompetisi musim ini.

"Para o João, acho que é algo que ele realmente mereceu, pelo que trouxe à equipa desde o primeiro dia, em termos de presença, compromisso, espírito e ADN do Porto. Viram como todos os jogadores celebraram o seu momento, como celebraram a defesa que ele fez. Somos uma família e o João é uma grande parte deste grupo." tutur Farioli.

Masa depan cerah juga diprediksi bakal mengiringi karier para pemain muda Porto seiring dengan selesainya kompetisi tahun ini.

"Foi realmente merecido pelo que ele fez esta época, com o Porto, com a seleção nacional, e também pensando no futuro que ele vai ter pela frente, que tenho a certeza que vai ser brilhante. Agora é uma questão de trabalho, development, e preparar-se para quando o momento chegar" tambah Farioli.

Selain membahas pemain muda yang melakoni debut, Farioli menegaskan komitmen manajemen untuk mempertahankan gelandang berbakat asal Denmark, Victor Froholdt, yang tengah diincar banyak klub besar Inggris.

"Saya pikir pernyataannya setelah pertandingan terakhir sangat jelas mengenai di mana ia ingin bermain musim depan dan bagaimana perasaannya di FC Porto," kata Farioli kepada media O Jogo.

Langkah pemagaran pemain pilar ini diambil manajemen demi memastikan stabilitas kekuatan tim untuk menghadapi kompetisi Liga Champions mendatang.

"Ada keinginan yang jelas untuk terus berada di jalur yang benar, mencoba mempertahankan pemain terbaik dan membangun tim ini," ujar Farioli.

Performa apik Froholdt sepanjang musim memang menuai pujian, salah satunya dari mantan koordinator akademi Copenhagen yang mengagumi etos kerja sang pemain.

"Ketika berbicara soal kerja keras, tidak ada yang melampaui Froholdt," kata Martin Vingaard, Mantan Koordinator Akademi Copenhagen.

Di sisi lain, penyerang sayap asal Brasil, William Gomes, terpilih sebagai pemain terbaik setelah pergerakannya memicu gol tunggal bagi kemenangan FC Porto.

"Acho que é merecimento de toda a equipa, meritocracia de toda a equipa. A gente trabalhou muito e isto é o presente, sem eles não teria sido campeão porque o nosso grupo sempre foi assim, sempre foi unido. Independentemente de ter sido eleito o melhor da partida, o nosso grupo durante o ano foi muito comprometido, foi muito justo um com o outro, acho que isto é fruto do trabalho de toda a equipa." kata William Gomes kepada Sport TV.

Wawancara tersebut sempat terganggu aksi jenaka rekan setimnya, Pepe, yang menyiramkan air ke kepala pemain muda tersebut.

"Claro…" ujar William Gomes.

William Gomes kemudian merespons kontribusi rekan setimnya yang lebih senior dalam proses adaptasinya di tim utama.

"O Pepê ajudou muito. Eu tenho muita vontade e aprender e os mais velhos sempre falam comigo, dizem onde preciso melhorar e é gratificante estar num grupo como este" kata William Gomes.

Sementara itu, pelatih Santa Clara, Petit, memberikan ucapan selamat kepada FC Porto yang dinilainya tampil sebagai tim paling konsisten sepanjang kompetisi musim ini berlangsung.

"Em primeiro lugar, dar os parabéns ao FC Porto pelo título. Foi um justo vencedor e a equipa mais regular. Queríamos ter outro resultado, não conseguimos. Sabíamos que íamos ter um adversário difícil, uma equipa intensa e a jogar em sua casa." kata Petit kepada Sport TV dalam sesi flash interview.

Petit turut memaparkan evaluasi jalannya pertandingan, terutama mengenai perbedaan performa anak asuhnya antara babak pertama dan babak kedua akibat tekanan intens dari tim tuan rumah.

"Na primeira parte tivemos algumas situações no último terço, mais a finalização não foi o que queríamos. A segunda parte foi diferente: O FC Porto mais intenso. Foi pena o autogolo." ujar Petit.

Kendati menelan kekalahan pada laga terakhir, Petit menegaskan bahwa target utama klub asal wilayah Açores tersebut telah tercapai dengan catatan performa yang impresif dalam sepuluh pertandingan terakhir.

"Desde que chegámos, nos últimos dez jogos estamos em quarto lugar na tabela. Fizemos dois blocos de três vitórias e dois empates. O objetivo está cumprido. Tentámos valorizar ativos do clube e é essa a nossa missão." tutur Petit.

Selain merayakan gelar juara, FC Porto juga memberikan kejutan kepada suporter dengan langsung memakai jersi baru bermodel klasik yang penjualannya akan dibuka resmi mulai Senin mendatang.