FC Thun Bidik Gelar Juara Liga Super Swiss Lawan Lugano

Sedang Trending 1 jam yang lalu

FC Thun berpeluang mencatatkan sejarah dengan mengunci gelar juara Liga Super Swiss untuk pertama kalinya jika mampu mengalahkan FC Lugano di kandang pada Sabtu, 25 April 2026. Klub asal Berner Oberland ini saat ini memimpin klasemen dengan keunggulan 14 poin dari pesaing terdekatnya, St. Gallen.

Keberhasilan Thun mendominasi kompetisi musim ini menjadi kejutan mengingat status mereka sebagai tim promosi yang sempat diprediksi akan terdegradasi. Jika gagal meraih poin penuh pada hari Sabtu, Thun tetap bisa merayakan gelar juara pada hari Minggu seandainya St. Gallen kehilangan poin saat melawan Young Boys.

Penyerang andalan Thun, Elmin Rastoder, mengungkapkan rasa antusiasnya menjelang pertandingan krusial di hadapan publik sendiri yang sudah memesan seluruh tiket pertandingan. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen tim telah bekerja keras sepanjang musim untuk mencapai momen bersejarah ini.

"Wenn ich nur daran denke, bekomme ich Hühnerhaut. Wir haben die gesamte Saison auf diesen Moment hingearbeitet. Ein Vorsprung von 14 Punkten fünf Runden vor Schluss unterstreicht unsere Qualität. Jetzt liegt es an uns, den letzten Schritt zu machen." kata Elmin Rastoder, Penyerang FC Thun.

Rastoder menambahkan bahwa ia lebih memilih memastikan gelar juara melalui hasil pertandingan di lapangan daripada menunggu hasil pertandingan tim lain. Dukungan dari masyarakat kota Thun yang sangat besar menjadi motivasi tambahan bagi skuat asuhan Mauro Lustrinelli tersebut.

"... aber wir bevorzugen definitiv die sportliche Entscheidung auf dem Rasen. Es ist ein Heimspiel, das Stadion ist ausverkauft. Es wäre wunderschön, den Titel direkt mit den Fans zu feiern." ujar Elmin Rastoder, Penyerang FC Thun.

Keyakinan serupa disampaikan oleh kapten tim Leonardo Bertone yang merasa bangga atas perkembangan tim sejak masih bermain di Challenge League. Menurutnya, keberhasilan Thun membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim besar meskipun awalnya sempat diragukan oleh banyak pihak.

"Ich empfinde grossen Stolz auf die Mannschaft, den Verein, aber auch auf mich selbst. In der Challenge League wurden wir lange belächelt, man warf uns vor, keinen attraktiven Fussball zu spielen. Dieses Jahr haben wir die Super League dominiert. Darauf dürfen wir stolz sein, denn wir haben immer an uns geglaubt." ungkap Leonardo Bertone, Gelandang FC Thun.

Bertone mengenang bahwa kepercayaan diri tim mulai terbangun sejak mereka melakoni uji coba melawan tim-tim kasta tertinggi saat masih berada di kasta kedua. Kemenangan pada laga pembuka musim melawan Lugano menjadi titik balik krusial bagi mentalitas bertanding tim.

"Wir haben bereits in der Challenge League Testspiele gegen Super-Ligisten bestritten und gemerkt, dass wir mithalten können." cetus Leonardo Bertone, Gelandang FC Thun.

Meskipun sering dikritik karena gaya bermain yang dianggap terlalu sederhana, Bertone menegaskan bahwa efektivitas strategi pelatih Lustrinelli adalah kunci utama. Ia menyebut bahwa sistem permainan vertikal yang mereka terapkan sangat sulit untuk diantisipasi oleh lawan.

"Als es in meinem ersten Jahr nicht gut lief, herrschte keine Panik. Und jetzt freuen sich zwar alle, bleiben aber bescheiden." tutur Leonardo Bertone, Gelandang FC Thun.

Bertone menjelaskan bahwa gaya bermain dengan intensitas tinggi dan penyelesaian akhir yang cepat awalnya cukup sulit diadaptasi, namun kini membuahkan hasil yang manis. Ia juga menyoroti suasana kekeluargaan di ruang ganti yang membuat tim tetap tenang di bawah tekanan.

"Wir wussten: Wenn wir unser Spiel durchziehen, hat jeder Gegner Probleme." tegas Leonardo Bertone, Gelandang FC Thun.

Di sisi lain, FC Lugano datang ke Stockhorn Arena dengan misi menggagalkan pesta juara tuan rumah sekaligus memperjuangkan posisi di kompetisi Eropa. Gelandang Lugano, Daniel Dos Santos, yang merupakan mantan pemain muda Thun, menyatakan kesiapannya untuk tampil profesional melawan klub masa kecilnya.

"Ich gehe völlig cool in dieses Spiel. Wir wollen unbedingt die drei Punkte auf St. Gallen aufholen und den zweiten Platz erreichen." ujar Daniel Dos Santos, Gelandang FC Lugano.

Dos Santos mengakui bahwa keputusan pindah ke Lugano dua tahun lalu adalah langkah yang tepat bagi kariernya, meski kini ia harus melihat mantan rekan setimnya di ambang juara. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pelatih Thun, Mauro Lustrinelli, yang telah memberinya kesempatan di awal karier profesionalnya.

"Sicher, es bleiben noch fünf Partien." kata Daniel Dos Santos, Gelandang FC Lugano.

Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Lugano yang merupakan satu-satunya tim dengan rekor pertemuan positif melawan Thun musim ini. Dos Santos menegaskan bahwa timnya akan berjuang maksimal demi mengamankan tiket kualifikasi Liga Konferensi Eropa.

"Nein. Sicher gäbe es ein paar Gratulations-SMS, aber ich gehe zu meinen Eltern nach Interlaken." pungkas Daniel Dos Santos, Gelandang FC Lugano.

Pemerintah kota Thun telah mengantisipasi perayaan juara ini dengan memberikan izin operasi sepanjang malam bagi tempat-tempat umum. Selain itu, layar lebar untuk nonton bareng juga telah disiapkan di Stockhorn Arena bagi para penggemar yang tidak mendapatkan tiket masuk stadion.