Aston Villa dan Tottenham Pantau James Trafford Jelang Bursa Transfer

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Penjaga gawang Manchester City, James Trafford, kini menjadi target buruan Aston Villa, Tottenham Hotspur, dan Newcastle United menjelang bursa transfer musim panas mendatang. Kabar ketertarikan sejumlah klub Liga Inggris tersebut mencuat setelah Trafford jarang mendapatkan menit bermain reguler di Etihad Stadium sepanjang musim 2025/2026.

Dilansir dari The Times, Aston Villa memproyeksikan kiper berusia 23 tahun itu sebagai pengganti potensial bagi Emiliano Martinez jika sang kapten memutuskan hengkang. Sementara itu, Tottenham memantau situasi Trafford karena adanya ketidakpastian masa depan Guglielmo Vicario yang tengah diminati oleh klub raksasa Italia, Inter Milan.

Trafford diboyong kembali oleh Manchester City dari Burnley pada Juli tahun lalu dengan nilai transfer sekitar £21 juta hingga £27 juta. Meski sempat tampil sebagai starter dalam tiga laga awal, posisinya tergeser setelah City merekrut Gianluigi Donnarumma sebulan setelah jendela transfer dibuka.

James Trafford mengenang kembali perjalanan panjang keluarganya dari Cumbria untuk menyaksikannya berlaga di stadion nasional beberapa waktu lalu.

"Jaraknya jauh sekali dari Cumbria," kata James Trafford, penjaga gawang Manchester City.

Meskipun jarang tampil di Liga Premier, Trafford dipercaya Pep Guardiola menjaga gawang City dalam ajang piala domestik. Ia berkontribusi besar membawa timnya menjuarai Carabao Cup bulan Maret lalu setelah mengalahkan Arsenal 2-0 dan dijadwalkan tampil di semifinal Piala FA melawan Southampton pada Sabtu, 25 April 2026.

Kiper lulusan akademi City ini sempat menyatakan rasa bangganya bisa kembali ke klub masa kecilnya meski harus menghadapi persaingan ketat di bawah asuhan Guardiola.

"Setiap kali saya bermain, saya memberikan yang terbaik dan berusaha untuk menang. Ini sama sekali tidak mudah [tidak bermain secara reguler] – benar-benar sangat sulit pada saat-saat tertentu – tetapi saya memiliki sekelompok orang yang luar biasa di sekitar saya," kata James Trafford.

Ketangguhan Trafford di bawah mistar gawang sebenarnya sudah teruji saat ia menjalani masa peminjaman dan permanen di Burnley. Musim lalu di Championship, ia sukses menyabet penghargaan Golden Glove dengan catatan 29 clean sheet dari 45 pertandingan liga.

Trafford mengakui bahwa kepercayaan manajer memberikan motivasi besar di tengah situasi sulit yang ia alami di bangku cadangan.

"Kepercayaan Pep sangat berarti bagi saya. Ini adalah bukti bagi diri saya sendiri, saya yakin, melalui cara saya bertindak dalam latihan dan cara saya bertindak dalam pertandingan piala," ujar James Trafford.

Sejak kembali bergabung dengan The Blues, Trafford mencatatkan 14 penampilan di semua kompetisi dengan tujuh kali nirbobol. Namun, ambisinya untuk menjadi kiper utama tetap membara demi mengamankan tempat di tim nasional Inggris.

"I always dreamed that one day I could return to Manchester City," kata James Trafford.

Pemain muda ini juga menyatakan antusiasmenya belajar dari lingkungan kelas dunia meskipun tantangan yang dihadapi jauh lebih besar dari perkiraannya semula.

"Ini adalah tempat yang saya sebut rumah. Saya juga sangat bersemangat dan merasa terhormat diberi kesempatan untuk bekerja di bawah asuhan Pep dan bersama sekelompok pemain kelas dunia. Saya masih sangat muda dan haus akan pembelajaran serta peningkatan – dan saya tahu tidak ada lingkungan yang lebih baik daripada Manchester City untuk membantu saya menjadi kiper terbaik yang saya bisa," ujar James Trafford.

Hingga Februari lalu, Trafford secara terbuka mengungkapkan bahwa kedatangan Donnarumma ke Manchester adalah hal yang tidak ia antisipasi sebelumnya.

"I didn't expect this situation to happen, but it has so I just embrace it," kata James Trafford.

Ia menegaskan komitmennya untuk tetap profesional sembari menunggu peluang terbaik bagi kelanjutan karier profesionalnya di level tertinggi.

"Sudah terjadi, jadi saya bekerja sangat keras setiap hari dan melihat apa yang terjadi, memberikan yang terbaik. Ini sepak bola, begitulah," kata James Trafford.