DIREKTORAT Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengonfirmasi bahwa Ferdy Sambo, narapidana pembunuhan berencana terhadap ajudannya, tengah menempuh pendidikan magister atau S2 dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong. Kepala Subdirektorat Kerja Sama Ditjen Pemasyarakatan, Rika Aprianti, mengatakan Lapas Cibinong telah bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI).
Salah satu kerja sama tersebut dengan mengadakan program beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan nasrani. “Salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo,” ujar Rika ketika dikonfirmasi pada Kamis, 14 Mei 2026. Dia menjelaskan, perkuliahan dilaksanakan secara virtual dari dalam Lapas Cibinong.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Lapas Kelas IIA Cibinong, kata Rika, telah menyampaikan bahwa pemberian hak pendidikan telah dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan tanpa perlakuan khusus. Dia menegaskan, seluruh warga binaan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti program pembinaan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rika menjelaskan, semua warga binaan berhak untuk mendapatkan pendidikan formal sesuai Pasal 9 huruf c Undang–Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Menurutnya, program tersebut adalah bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Sehingga, mereka siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Rika mencontohkan, pendidikan kejar paket A, B dan C telah diikuti oleh 88 narapidana sejak 2024. Selain itu, ia mencontohkan program perkuliahan dari dalam Lapas Pemuda Tangerang sejak 2019 yang telah mencetak puluhan sarjana.
Kabar Ferdy Sambo berkuliah ketika menjalani masa tahanan beredar di media sosial X–dulu Twitter. “Ferdi Sambo aja kuliah dari penjara. What is your excuse?” cuit akun @ardisatria*** pada Senin, 11 Mei 2026.
Akun tersebut menampilkan tangkapan layar sebuah artikel ilmiah yang ditulis Ferdy Sambo. Artikel bertajuk “Pengaruh Entrepreneur Kristen sebagai Upaya Pencegahan Fraud Risk Management” itu terbit di Jurnal Locus pada 2205. Hingga kini, cuitan tersebut disukai lebih dari seribu pengguna X. Ratusan orang juga membagikan unggahan tersebut.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·