Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memberi tekanan serius bagi industri otomotif nasional. Dampaknya tidak hanya terasa di sisi permintaan, tetapi juga menghantam struktur biaya produksi.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menilai pelemahan rupiah secara langsung mendorong kenaikan biaya berbagai komponen kendaraan. Hal ini terutama terjadi pada komponen yang masih bergantung pada impor.
“Dari sisi biaya produksi, pelemahan rupiah langsung menaikkan biaya kendaraan impor utuh, komponen impor, suku cadang, elektronik kendaraan, mesin, transmisi, sensor, baterai kendaraan listrik, bahan kimia, plastik, karet, dan logam tertentu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dampak tersebut tidak hanya dirasakan kendaraan impor, tetapi juga mobil yang dirakit di dalam negeri. Pasalnya, industri otomotif nasional masih memiliki ketergantungan terhadap rantai pasok global.
“Bahkan kendaraan yang diproduksi di dalam negeri tetap terdampak karena sebagian rantai pasoknya masih memiliki kandungan impor,” kata Josua.
Menurutnya, tekanan biaya semakin besar karena dipicu oleh kenaikan harga energi. Tingginya harga minyak dan BBM nonsubsidi turut mendorong naiknya ongkos logistik dan bahan baku.
Ia menambahkan, sektor transportasi darat sangat sensitif terhadap fluktuasi harga produk turunan minyak. Selain itu, industri pendukung seperti plastik dan bahan kimia juga ikut terdampak ketika nilai tukar melemah.
“Sektor transportasi darat sangat sensitif terhadap produk kilang minyak, sementara tekanan pada plastik, kimia, dan bahan impor juga dapat meningkat ketika rupiah melemah,” ungkapnya.
Kombinasi antara pelemahan kurs dan mahalnya energi menciptakan tekanan berlapis bagi industri otomotif. Kondisi ini membuat biaya produksi hingga distribusi kendaraan meningkat secara bersamaan.
“Artinya, otomotif terkena tekanan ganda yakni kurs melemah menaikkan biaya komponen impor, sementara energi dan logistik yang mahal menaikkan biaya distribusi serta bahan baku pendukung,” tutupnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·