Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berencana menaikkan nominal hadiah Piala Dunia 2026 menyusul kekhawatiran negara peserta terkait tingginya biaya operasional, di saat tim-tim unggulan Asia mulai mengintensifkan persiapan teknis pada Selasa, 28 April 2026.
Langkah FIFA ini diambil setelah muncul laporan dari Press Association dan The Guardian mengenai potensi kerugian asosiasi nasional akibat pembengkakan biaya turnamen di Amerika Utara dibandingkan edisi Qatar 2022. Pembahasan paket kenaikan dana tersebut dijadwalkan mencapai kesepakatan dalam pertemuan Dewan FIFA di Vancouver.
Pihak otoritas sepak bola dunia ini sedang melakukan dialog intensif dengan 211 asosiasi anggota guna memastikan ketersediaan pendapatan yang lebih besar. Dana tersebut nantinya mencakup kontribusi finansial untuk tim yang lolos kualifikasi serta dana pengembangan melalui program FIFA Forward.
"Menjelang pertemuan Dewan FIFA di Vancouver, Kanada, pada 28 April 2026, FIFA mengonfirmasi bahwa mereka sedang dalam diskusi dengan asosiasi di seluruh dunia untuk meningkatkan pendapatan yang tersedia," kata seorang sumber dari FIFA kepada The Guardian, seperti dikutip dari ESPN.
Penambahan anggaran ini menjadi komitmen organisasi untuk memperkuat posisi finansial komunitas sepak bola global di tengah ketidakpastian regulasi pajak di Amerika Serikat. FIFA mengeklaim saat ini berada dalam kondisi keuangan yang sangat kokoh untuk mendukung kelancaran turnamen.
"Ini mencakup usulan peningkatan kontribusi finansial kepada semua tim yang lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 dan pendanaan pengembangan yang tersedia bagi seluruh 211 asosiasi anggota," ujar sumber tersebut.
Meskipun total hadiah sebelumnya telah ditetapkan sebesar £537 juta atau setara Rp12,5 triliun pada Desember 2025, sejumlah pejabat asosiasi Eropa tetap mengkhawatirkan beban biaya yang tidak terjamin. Dari total tersebut, pemenang turnamen semula dijadwalkan menerima £37 juta.
"Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi terobosan dalam hal kontribusi finansial kepada komunitas sepak bola global, dan FIFA bangga berada dalam posisi finansial terkuat yang pernah ada untuk memberikan manfaat bagi permainan global melalui program FIFA Forward," imbuh sumber tersebut.
Pihak internal federasi memastikan bahwa perincian teknis mengenai distribusi dana akan diumumkan secara resmi setelah hasil diskusi final tercapai. Keputusan ini sangat dinantikan oleh negara-negara peserta yang tengah mempersiapkan skuad mereka.
"Tergantung pada hasil diskusi, perincian lebih lanjut akan diberikan pada waktunya," imbuh sumber tersebut.
Di sisi lain, dilansir dari rri.co.id, negara-negara kuat Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Arab Saudi terus memperkuat komposisi pemain. Mereka memanfaatkan jeda internasional untuk uji coba dan mengirim talenta muda ke berbagai kompetisi elit di Eropa.
Korea Selatan memegang rekor sebagai wakil Asia dengan pencapaian tertinggi setelah menembus semifinal pada 2002. Saat ini, fokus utama federasi di Asia adalah meningkatkan kualitas liga domestik dan akademi usia dini, seperti yang dilakukan Qatar, guna mencetak pemain dengan mental bertanding yang matang di level dunia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·