Jakarta (ANTARA) - Menteri Olahraga Filipina Patrick Gregorio menyebut Deklarasi Bali yang lahir dalam Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 sebagai awal mimpi besar Asia Tenggara untuk suatu hari menjadi tuan rumah Olimpiade sebagai satu kawasan.
Menurut Gregorio, negara-negara Asia Tenggara kini mulai bergerak membangun kekuatan bersama melalui kolaborasi olahraga, pengembangan generasi muda, hingga penguatan ekonomi olahraga kawasan.
“Ketika tiba saatnya Asia Tenggara menyambut Olimpiade sebagai satu bangsa, maka itu akan menjadi salah satu kisah terhebat yang pernah ada,” kata Gregorio dalam keterangan tertulis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang diterima di Jakarta, Kamis.
Deklarasi Bali disepakati dalam forum SEAMMYS 2026 di Bali yang mempertemukan delegasi dari 11 negara Asia Tenggara. Forum tersebut menghasilkan enam poin kesepakatan sebagai arah bersama pengembangan sektor kepemudaan dan olahraga kawasan.
Inisiatif yang digagas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir itu dinilai menjadi langkah penting untuk mengubah wajah olahraga Asia Tenggara agar lebih kompetitif di tingkat dunia.
Baca juga: Menpora se-ASEAN sepakati Deklarasi Bali untuk olahraga dan kepemudaan
Gregorio mengatakan transformasi itu dapat dimulai dari peningkatan kualitas penyelenggaraan SEA Games agar setara dengan standar ajang olahraga internasional.
Menurut dia, ajang olahraga kawasan tidak lagi hanya menjadi agenda kompetisi dua tahunan, tetapi juga dapat berkembang menjadi motor pertumbuhan ekonomi melalui investasi, sponsor, penciptaan lapangan kerja, hingga sport tourism.
Menurutnya, SEA Games yang berkualitas dapat menarik investasi yang lebih besar, menghasilkan nilai sponsor, menciptakan peluang kerja, serta memperkuat pariwisata olahraga.
Ia juga mendukung pandangan Erick bahwa olahraga harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk pembangunan bangsa dan penguatan generasi muda.
Gregorio menambahkan olahraga memiliki peran penting membangun disiplin, kreativitas, dan kemandirian generasi muda Asia Tenggara agar mampu bersaing di panggung global.
SEAMMYS 2026 menjadi pertemuan tingkat menteri pertama di kawasan Asia Tenggara yang secara khusus membahas kolaborasi sektor kepemudaan dan olahraga.
Baca juga: Indonesia–Brunei bahas pelatihan dan kejuaraan pencak silat
Baca juga: Indonesia-Singapura jalin kerja sama perkuat kepemudaan
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·