Film Nobody Loves Kay Memotret Perjuangan Mengejar Mimpi

Sedang Trending 52 menit yang lalu

FILM Nobody Loves Kay mengangkat kisah inspiratif yang berfokus pada kisah nyata di balik gemerlap dunia pro-player. Film hasil kolaborasi ONIC bersama Visinema Pictures, Migunani Cinema Cult, Folago Pictures, dan Qun Films ini akan tayang di bioskop mulai Kamis, 4 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Terinspirasi dari perjalanan hidup bintang ONIC Esports bernama Kairi, film drama coming of age ini tidak hanya berfokus pada skor kemenangan di arena pertandingan. Sutradara Bernardus Raka mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan upayanya memotret mental yang ditempa dan jatuhnya kondisi psikologis seorang remaja dalam mengejar mimpi.

Melalui karakter utama bernama Kay, penonton akan dibawa melihat bagaimana sebuah ambisi yang dianggap mustahil oleh lingkungan sekitar tetap diperjuangkan hingga mencapai impian untuk naik ke panggung.

Eksplorasi Sisi Manusiawi di Balik Layar Turnamen

Kairi menekankan bahwa film ini merupakan representasi dari pengorbanan panjang yang selama ini tidak tertangkap oleh kamera turnamen. Ia ingin menunjukkan bahwa kesuksesan yang terlihat saat ini adalah buah dari proses yang menyakitkan di masa lalu. Kairi berharap cerita ini dapat menyentuh hati banyak orang, tidak terbatas pada penggemar Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) saja. 

"Yang banyak orang lihat di turnamen-turnamen itu hasil akhirnya, film ini menceritakan perjuangan di baliknya. Bukan hanya untuk para fans MLBB, ini adalah film untuk mereka di luar sana yang berani bermimpi," ungkap Kairi saat sesi wawancara pada Selasa, 5 Mei 2026.

Senada dengan Kairi, Bernardus Raka selaku sutradara menyebut film panjang debutnya ini sebagai karya yang jujur. Ia ingin mendobrak stigma bahwa esports hanyalah sekadar bermain game. Menurutnya, ada tekanan berat dan tekad yang harus dimiliki seorang atlet untuk tetap berlari mengejar mimpi meski dunia meragukannya.

Kolaborasi Aktor Muda dan Senior

Karakter Kay dipercayakan kepada aktor muda Bima Azriel, yang sebelumnya juga terlibat dalam proyek film pendek dengan tema serupa. Bima menjelaskan bahwa karakter Kay yang ia perankan merupakan sosok yang memulai segalanya dari hobi namun harus menghadapi benturan realita, terutama terkait restu orang tua yang lebih menginginkan fokus pada pendidikan di kampusnya.

"Si Kay itu kan memang awalnya berjalan dari hobi, terus dia merasa punya bakat di situ. Cuma memang banyak obstacle (hambatan) dari orang tua yang ingin anaknya fokus di akademik saja dan belum terbuka untuk menjadi pro-player," ujar Bima Azriel menjelaskan tantangan karakternya. 

Dalam memerankan sosok Kay, Bima akan beradu peran dengan Rey Bong sebagai Ido dan Joshia Frederico sebagai Aurelio. Alur cerita Nobody Loves Kay menyoroti masa-masa sulit Kay saat didepak dari timnya sendiri dan hampir dipaksa untuk mengakhiri hidupnya. Kehadiran tokoh Amanda, yang diperankan oleh Aurora Ribero, menjadi kunci penting dalam perjalanan Kay bangkit dari kegagalan. Selain deretan bintang muda, film ini juga diperkuat oleh performa aktor senior seperti Ariyo Wahab dan Mian Tiara.

Film Nobody Loves Kay diharapkan menjadi refleksi bagi masyarakat mengenai keberanian dalam memilih jalan hidup dan kepercayaan terhadap mimpi yang sempat diremehkan.

LAODE MUHAMAD ASHEGAF