Final Liga 2: PSS Bidik Juara, Garudayaksa Siap Patahkan Rekor di Maguwoharjo

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Konferensi pers pre-match final Liga 2 tim PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Jumat (8/5). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

PSS Sleman membidik gelar juara Pegadaian Championship 2025/2026 saat menghadapi Garudayaksa FC pada partai final di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5) pukul19.00 WIB. Di sisi lain, Garudayaksa datang dengan ambisi mematahkan rekor kandang tak terkalahkan Super Elja musim ini.

Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengatakan seluruh pemain dalam motivasi tinggi usai memastikan promosi langsung ke Super League musim depan. Menurutnya, skuad Elang Jawa sudah tidak sabar menghadapi partai puncak.

“Pertandingan besok ini sudah dinantikan oleh seluruh pemain. Kondisi pemain semuanya sudah tidak sabar untuk bermain di final,” kata Ansyari dalam sesi pre-match press conference di Stadion Maguwoharjo, Jumat (8/5).

Ansyari menyebut sejumlah pemain PSS memiliki pengalaman tampil di laga final sehingga diharapkan mampu bermain tanpa tekanan. Dukungan suporter di kandang juga diyakini menjadi energi tambahan bagi timnya.

Kapten PSS, Fachruddin Aryanto, mengatakan skuad Elang Jawa ingin menyempurnakan keberhasilan promosi dengan meraih trofi juara. Ia menyebut slogan “Bablaske” yang digaungkan suporter menjadi motivasi tersendiri bagi pemain.

“Kalau teman-teman suporter bilang adalah ‘Bablaske’. Nah, itu yang menjadi motivasi kita untuk sekalian juara. Promosi dan juara,” ujar Fachruddin.

Menghadapi Garudayaksa yang memiliki lini pertahanan solid, Ansyari menegaskan timnya telah menyiapkan strategi khusus. Ia meminta pemain tampil maksimal untuk melemahkan pertahanan lawan.

“Ya besok kita lemahkan mereka, pertahanan mereka. Simpel saja, karena semuanya mau menang dan punya motivasi tinggi,” katanya.

Konferensi pers pre-match final Liga 2 tim PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Jumat (8/5). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Sementara itu, pelatih Garudayaksa FC, Widodo C. Putro, memastikan timnya datang ke Sleman dengan persiapan matang. Meski mengakui kekuatan PSS dan dukungan suporter tuan rumah, Garudayaksa tetap membidik kemenangan.

“Kami tahu PSS Sleman adalah tim kuat dengan dukungan suporter yang masif, tapi tujuan kami ke sini jelas: kami ingin memberikan yang terbaik untuk membawa pulang trofi ke Jakarta,” kata Widodo.

Widodo juga menanggapi rekor kandang PSS yang belum terkalahkan di Stadion Maguwoharjo sepanjang musim ini. Menurutnya, statistik tidak akan memengaruhi mental bertanding timnya di final.

“Setiap rekor pasti ada masanya untuk terpatahkan. Kami tidak terlalu terbebani dengan statistik itu,” ujarnya.

Penyerang Garudayaksa, Everton Nascimento, menyebut laga final menjadi puncak kerja keras tim sepanjang musim. Ia memastikan timnya tetap fokus dan disiplin demi meraih hasil maksimal.

“Kami menghormati PSS Sleman, mereka tim besar dengan sejarah bagus, tapi besok di lapangan kami akan berjuang 100 persen untuk menang,” kata Everton.

Final Pegadaian Championship musim ini mempertemukan dua tim juara grup yang sama-sama telah memastikan promosi langsung ke Super League 2026/2027. Duel di Maguwoharjo akan menentukan siapa yang keluar sebagai kampiun kompetisi musim ini.