Finlandia Perkuat Ekosistem AI Demi Hindari Tragedi Kejatuhan Nokia

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Eropa masih merasakan dampak hilangnya dominasi teknologi konsumen setelah kejatuhan raksasa ponsel asal Finlandia, Nokia, yang terlibas oleh ekosistem Amerika Serikat di awal tahun 2000-an. Seperti dilansir dari Tekno, Finlandia kini bergerak cepat dalam merespons gelombang kecerdasan buatan (AI) global agar tidak mengulang kesalahan masa lalu. Perlombaan AI saat ini didominasi oleh raksasa teknologi asal Amerika Serikat dan China, sementara posisi Eropa cenderung tertinggal.

Menyadari situasi tersebut, Finlandia menerapkan strategi agresif untuk membangun kedaulatan teknologi melalui pendanaan ekosistem AI lokal dan penguatan infrastruktur komputasi berskala besar. Salah satu entitas penting di Finlandia, Silo AI, sempat menjadi laboratorium AI swasta terbesar di Eropa dengan lebih dari 300 ahli sebelum akhirnya diakuisisi oleh perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, AMD, senilai 665 juta dollar AS pada 2024. Kendati memicu kekhawatiran terkait ketergantungan vendor asing, pemerintah Finlandia melalui Business Finland tetap mengucurkan dana 15 juta euro kepada AMD Silo AI pada Mei 2025 demi program lima tahun bernama Compute to Impact.

Sebagai respons untuk menjaga kedaulatan independen, Finlandia kemudian menyuntikkan dana sebesar 100 million euro pada akhir 2025 kepada NestAI, sebuah perusahaan baru yang didirikan oleh Peter Sarlin. Menariknya, investasi ini didukung oleh Tesi selaku dana kekayaan negara Finlandia bersama dengan Nokia yang kini berfokus pada pengembangan physical AI untuk sektor robotika dan operasi otonom.

"Sesuai dengan misi PostScriptum, NestAI sejak awal bertekad menjadi laboratorium physical AI terdepan di Eropa untuk mendorong kedaulatan teknologi," kata Sarlin.

Ambisi Menjadi Tuan Rumah Pabrik AI Raksasa Uni Eropa

Selain mendukung perusahaan lokal, Finlandia bersaing dengan Jerman, Prancis, dan Belanda untuk menjadi tuan rumah pabrik AI raksasa (AI gigafactory) milik Uni Eropa melalui inisiatif InvestAI yang menargetkan investasi 200 miliar euro. Nokia ditunjuk menjadi koordinator konsorsium bisnis dalam proyek ini, di mana Finlandia mengandalkan superkomputer hemat energi bernama LUMI di Kajaani sebagai keunggulan utamanya.