Presiden Real Madrid Florentino Perez menegaskan tidak akan menanggalkan jabatannya di tengah tekanan publik dan isu kesehatan yang menerpa dirinya pada Selasa (12/5/2026). Dilansir dari Detik Sport, pria berusia 79 tahun tersebut tetap optimis memimpin klub meski Los Blancos gagal meraih trofi mayor dalam dua musim terakhir.
Perez telah menduduki kursi kepemimpinan Madrid sejak 2009 dan selalu menjadi calon tunggal dalam empat pemilihan presiden terakhir. Keputusan untuk tetap bertahan diambil demi membela hak anggota klub dari pihak-pihak yang dinilai bergerak secara diam-diam untuk menggulingkannya.
"Maaf, saya harus memberi tahu kalian bahwa saya tak akan mengundurkan diri," ujar Perez, Presiden Real Madrid.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas desakan mundur yang kian menguat menyusul penurunan prestasi tim di lapangan hijau. Perez menantang para penentangnya untuk bersaing secara terbuka jika ingin mengambil alih kursi kepemimpinan di Santiago Bernabeu.
"Mereka yang ingin keluar dan menentang saya, silakan. Saya juga akan membela hak-hak anggota kami. Jika seseorang ingin maju, silakan. Tetapi jangan bergerak secara sembunyi-sembunyi." kata Perez, Presiden Real Madrid.
Guna membuktikan legitimasi kepemimpinannya, ia telah menginstruksikan dewan pemilihan untuk segera memulai proses pemungutan suara ulang. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa jajaran manajemen saat ini masih mendapatkan dukungan penuh dari para anggota.
"Saya telah meminta dewan pemilihan untuk memulai proses penyelenggaraan pemilihan, di mana dewan saat ini akan kembali menjabat," tegas Perez, Presiden Real Madrid.
Selain masalah manajerial, Perez mengklarifikasi rumor mengenai kondisi fisiknya yang dikabarkan mengidap kanker stadium akhir. Ia menyatakan masih aktif mengelola Grupo ACS, sebuah perusahaan infrastruktur besar yang mempekerjakan ratusan ribu karyawan di berbagai negara.
"Beberapa orang bilang saya mengidap kanker stadium akhir. Saya masih menjabat presiden Real Madrid dan perusahaan saya. Saya presiden perusahaan yang terdepan di bidang infrastruktur, memiliki 170 ribu karyawan dan menghasilkan 50 miliar Euro per tahun, dan kesehatan saya sempurna," lanjut Perez, Presiden Real Madrid.
Perez menyayangkan narasi yang beredar di publik karena dianggap tidak berdasar pada fakta medis yang nyata. Ia menekankan bahwa aktivitasnya di dua organisasi besar tidak akan mungkin terlaksana jika dirinya sedang mengalami gangguan kesehatan yang serius.
"Saya tak mungkin berada di kedua tempat itu jika kesehatan saya tak sempurna. Saya tak tahu mengapa rumor itu muncul. Karena jika mereka mengatakan saya mengidap kanker, saya harus pergi ke pusat onkologi agar mereka memeriksa saya. Anda pikir jika saya pergi ke pusat onkologi dan mereka memeriksa saya, beritanya tak akan muncul di mana-mana? Itu tak benar. Mereka mengarangnya dan rumor itu telah berkembang." tutur Perez, Presiden Real Madrid.
Isu kesehatan ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan kolega terdekatnya setelah kabar tersebut tersebar luas. Namun, Perez kembali menegaskan bahwa informasi mengenai stadium akhir penyakit tersebut hanyalah karangan belaka.
"Mereka mengatakan saya mengidap kanker, dan beberapa teman telah menelepon untuk memberi tahu saya bahwa itu stadium akhir." pungkas Perez, Presiden Real Madrid.
Internal klub saat ini dilaporkan sedang bergejolak akibat kebocoran informasi sensitif, termasuk perselisihan antar pemain seperti Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde. Perez mengisyaratkan adanya pihak eksternal, termasuk pengusaha tertentu, yang mencoba mengganggu stabilitas klub dari balik layar.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·