Foto: Primata Langka Malaysia Bertahan Hidup di Tengah Kota

Sedang Trending 44 menit yang lalu
gallery figure

Kelangsungan hidup Dusky Langur, primata langka yang dikenal dengan “topeng mata” putih khas di wajahnya yang kontras dengan bulu hitam, kini semakin bergantung pada infrastruktur buatan manusia di tengah pesatnya urbanisasi di Malaysia.

Habitat alami dusky langur terus terfragmentasi akibat pembangunan jalan, permukiman, dan kawasan perkotaan, memaksa satwa arboreal tersebut menyeberangi area berisiko untuk mencari makan dan berpindah tempat.

Untuk mengurangi ancaman tersebut, berbagai jembatan satwa liar buatan dipasang di sejumlah wilayah di Malaysia guna membantu pergerakan mereka secara aman melintasi lanskap perkotaan yang terus berkembang.

Selain dukungan infrastruktur, upaya konservasi spesies ini juga diperkuat oleh peran “ilmuwan warga” atau citizen scientists—warga yang secara sukarela membantu memantau populasi, melaporkan pergerakan, serta mendokumentasikan kondisi dusky langur di alam liar.

Para konservasionis menilai kolaborasi antara teknologi, infrastruktur ramah satwa, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting untuk menjaga kelangsungan salah satu primata paling terancam di kawasan Asia Tenggara itu.

Seekor langur abu-abu menyeberang jalan di antara taman bermain dan bangunan perumahan di daerah Tanjung Bungah, George Town, Pulau Penang, Malaysia. Foto: Mohd Rasfan / AFP