Garudayaksa FC berhasil mengukuhkan diri sebagai kampiun Pegadaian Championship 2025/2026. Gelar juara diraih setelah skuad berjuluk Spirit of Garuda ini menumbangkan PSS Sleman dalam drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3.
Pertandingan puncak ini harus diselesaikan melalui babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Laga final tersebut mempertemukan juara Grup 1 dan Grup 2 yang diselenggarakan di markas PSS, Stadion Maguwoharjo, pada Sabtu 9 Mei 2026.
Dilansir dari Detik Sport, efektivitas permainan ditunjukkan oleh Garudayaksa sejak sepak mula. Keunggulan tim tamu terbuka pada menit ke-22 melalui skema serangan balik yang cepat.
Umpan panjang yang dilepaskan pemain Garudayaksa mengarah tepat ke tepi kotak penalti lawan. Kiper PSS, Ega Rizky, terlihat ragu-ragu saat hendak melakukan sergapan untuk mengamankan bola.
Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Alfin Kelilauw yang menggunakan kecepatannya untuk menyundul bola mendahului Ega. Alfin kemudian dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang yang sudah kosong tanpa pengawalan.
Memasuki menit ke-35, wasit memberikan hadiah penalti kepada Garudayaksa setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR). Keputusan tersebut diambil lantaran Christian Frydek dijatuhkan oleh Fachrudin Aryanto di area terlarang.
Everton Nascimento yang menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan sangat tenang. Ia melepaskan tendangan chip yang berhasil mengecoh Ega Rizky dan mengubah papan skor menjadi 2-0.
Tertinggal dua bola, tim Elang Jawa mencoba bangkit untuk mengejar ketertinggalan. Frederic Injai mendapatkan peluang emas, namun sepakan voli yang dilepaskannya masih menyamping dari sasaran.
Garudayaksa hampir saja memperlebar jarak saat Alfin Kelilauw lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Sayangnya, tendangan Alfin justru melebar sehingga skor 2-0 tetap bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, PSS Sleman meningkatkan intensitas tekanan untuk mencari gol balasan. Upaya keras tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61 melalui aksi kolektif lini depan mereka.
Umpan tarik yang dikirimkan oleh Saiful Djoge berhasil dikontrol dengan sempurna oleh Gustavo Tocantins. Pemain asal Brasil tersebut kemudian melepaskan tembakan akurat yang bersarang di pojok kiri gawang Garudayaksa.
Tocantins sebenarnya sempat mencetak gol kedua pada menit ke-76 setelah menerima sodoran bola dari Injai. Namun, hakim garis menganulir gol tersebut karena posisi Tocantins sudah berada dalam posisi offside.
Drama terjadi di penghujung waktu normal saat PSS terus mengurung pertahanan lawan. Gol penyama kedudukan akhirnya lahir lewat sontekan Tocantins setelah memanfaatkan bola liar hasil blok sundulan Irfan Mofu.
Skor imbang 2-2 bertahan hingga 90 menit berakhir, sehingga laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Karena tidak ada gol yang tercipta selama 2x15 menit, pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.
Dalam babak adu penalti, Everton Nascimento gagal sebagai penendang pertama Garudayaksa. Namun, kiper Yoewanto Beny tampil gemilang dengan menepis tendangan Kevin Gomes dan eksekusi terakhir dari Gustavo Tocantins.
Kemenangan Garudayaksa dipastikan melalui gol penentu dari Taufik Hidayat. Dengan hasil ini, Garudayaksa FC resmi mengangkat trofi setelah memenangi adu penalti dengan skor akhir 4-3.
Susunan Pemain
PSS Sleman: Ega Rizky; Saiful Djoge, Fachruddin, Iman Fathurohman, Kevin Gomes; Figo Dennis, Dominikus Dion, Frederic Injai; Terens Puhiri, Riko Simanjuntak, Gustavo Tocantins.
Garudayaksa FC: Yoewanto Beny; Bagus Nirwanto, Komang Tri, Vytas Gaspuitis, Alfin Kelilauw; Aditya Gigis, Feby Eka Putra, Christian Frydek; Dheco Zacky, Everton Nascimento, Andik Vermansah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·