Jakarta -
Influencer makanan ternama ini jadi perbincangan luas karena kasus penggelapan pajak yang dilakukan. Ia berujung didenda hingga Rp48 miliar!
Bai Bing adalah seorang influencer makanan terkenal di China dengan lebih dari 40 juta followers. Kasus penggelapan pajak yang ia lakukan diungkap oleh Badan Administrasi Pajak Negara China (STA) pada akhir April 2026, seperti dikutip dari South China Morning Post (7/5).
Pihak berwenang mengatakan bahwa antara tahun 2021 dan 2024, Bai kurang membayar total 9,11 juta yuan (sekitar Rp23,2 miliar) pajak penghasilan pribadi, pajak pertambahan nilai, dan pajak properti melalui berbagai cara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Oktober tahun lalu, STA memutuskan mendenda Bai sebesar 18,91 juta yuan atau sekitar Rp48 miliar. Denda ini termasuk pajak yang belum dibayar dan denda keterlambatan pembayaran. Meski begitu, Bai telah melunasi jumlah tersebut, kata pihak STA.
Menyoal kariernya, pria 32 tahun ini adalah salah satu influencer makanan paling berpengaruh di China. Di satu platform media sosial saja, ia memiliki lebih dari 40 juta penggemar dan menerima total 610 juta suka (likes).
Setiap videonya disukai oleh setidaknya 1 juta pengguna internet, bahkan satu klip tunggal unggahannya pernah menerima 6,5 juta likes.
Kesuksesan Bai tidak datang begitu saja. Bai berasal dari keluarga yang kurang mampu di provinsi Jilin timur laut. Ia putus sekolah pada usia 14 tahun sebelum melakukan berbagai pekerjaan serabutan, seperti pelayan dan tukang cukur.
Lalu pada 2018, Bai mulai merilis video dirinya mengunjungi restoran dan mencicipi aneka hidangan. Ia kemudian dijuluki sebagai "pengganti mulut" oleh netizen.
Sosoknya disukai karena gaya humoris dan bersahajanya. Ia juga dikenal sebagai "Douyin Lee Minho" karena kemiripannya dengan aktor Korea Selatan dengan nama sama.
Pendapatan Bai sebagian besar berasal dari iklan. Tarifnya untuk iklan saja mulai dari 660.000 yuan (Rp1,6 miliar) untuk durasi kurang dari 20 detik, sedangkan untuk durasi lebih panjang, tarifnya bisa mencapai 1,32 juta yuan (Rp3,3 miliar).
STA mengatakan curiga terhadap Bai karena ia melaporkan "pendapatan yang sangat rendah" dalam sistem deklarasi pajak pribadi, sementara dirinya sering memamerkan gaya hidup mewahnya secara online.
Investigasi otoritas menunjukkan bahwa Bai mengendalikan lebih dari 10 perusahaan. Ia kemudian menggunakan salah satu perusahaan tersebut sebagai "perusahaan cangkang" untuk mengubah pendapatan pribadinya menjadi pendapatan bisnis.
Faktanya, Bai menghasilkan uang sebagai individu, sehingga pendapatannya harus dianggap sebagai "pendapatan jasa pribadi".
Bai melakukan kesalahan karena melaporkan biaya perusahaan dan memanfaatkan preferensi pajak yang memungkinkannya membayar pajak lebih kecil.
(adr/adr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·