Jakarta -
Viral unggahan Threads soal dugaan tusuk sate bekas dipakai ulang di warung sate Padang Semarang. Pihak warung akhirnya buka suara dan bantah tuduhan tersebut.
Video dugaan penggunaan ulang tusuk sate di sebuah warung sate Padang di Semarang ramai diperbincangkan di media sosial Threads.
Dugaan ini bermula ketika seorang pengguna Threads mengaku merasa jijik setelah melihat tusuk sate bekas pelanggan dikumpulkan kembali oleh karyawan warung tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unggahannya, pengguna Threads @wowartisnih (22/05/2026) menuliskan pengalaman kurang menyenangkan saat pertama kali makan sate Padang di Semarang.
Ia mengaku curiga karena bentuk tusuk sate terlihat sangat tipis seperti sudah dipakai berkali-kali.
Geger Tusuk Sate Bekas Diduga Dicuci Ulang, Ini Klarifikasi Penjualnya! Foto: Thread/@wawortisnih
"Pertama kali makan sate padang di Semarang dan gak pernah semuak ini, tusuk sate dicuci dan dipakai lagi. Udah bekas berapa mulut tuh tusuk sate sampai tusuknya tipis banget," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia juga menyinggung harga sate Padang yang dianggap tidak murah, yakni Rp 24.000 per porsi. Menurutnya, penggunaan tusuk sate baru seharusnya bukan menjadi masalah karena harga tusuk sate dinilai murah.
"Padahal harga tusuk sate semurah itu. Aduh ga lagi deh makan disini, diare cuy," lanjutnya.
Pemilik akun juga mengunggah video yang memperlihatkan video satu karyawan warung sate Padang tersebut yang tampak memisahkan tusuk sate bekas pelanggan, setelah itu mengumpulkannya ke dalam sebuah wadah.
Meski tidak menyebut nama warung satenya secara langsung, banyak netizen menduga warung tersebut adalah Sate Padang Ajo Manih, yang dikenal sebagai salah satu warung sate Padang paling populer di Semarang.
Geger Tusuk Sate Bekas Diduga Dicuci Ulang, Ini Klarifikasi Penjualnya! Foto: Thread/@wawortisnih
Beberapa netizen kemudian menghubungi pihak warung melalui pesan langsung atau DM. Dari percakapan yang beredar, pihak warung membenarkan bahwa video tersebut memang diambil di warung miliknya.
Namun, mereka membantah tuduhan bahwa tusuk sate bekas pelanggan digunakan kembali.
Tim detikFood juga telah menghubungi pihak warung (23/05), untuk meminta klarifikasi terkait tuduhan tersebut.
Pihak Sate Padang Ajo Manih menegaskan bahwa tusuk sate hanya dikumpulkan untuk alasan kebersihan dan proses pembuangan sampah.
Netizen menyarankan agar tusuk sate dipatahkan usai selesai makan. Foto: Thread/@wawortisnih
"Jadi soal (isu) tusuk sate itu salah. Kita kumpulin karena biar gak kena kaki oang, sama udah dihimbau sama dinas kebersihan setempat kalau tusuk sate tidak boleh dibuang ditempat sampah di sana. Jadi kita kumpulin lagi dan dibuang di tempat lain," jelas pihak warung kepada detikFood.
Hingga kini, unggahan tersebut masih ramai dikomentari netizen. Banyak yang mengaku khawatir soal kebersihan alat makan di warung kaki lima.
Sementara itu, sebagian lainnya meminta publik tidak langsung menuduh sebelum ada bukti pasti bahwa tusuk sate bekas benar-benar digunakan ulang.
"Aduh takut banget kalau nemuin warung sate yang kayak gini," tulis salah satu netizen.
"Tunggu, jangan kasih narasi sembarangan. Itu kan videonya juga lagi misahin tusuk sate dan dikumpulin doang bukan di cuci, siapa tau emang sengaja dikumpulin biar pas dibuang gak nusuk dan jadi mencelakakan petugas kebersihan," tulis netizen.
Di sisi lain, ada pula netizen yang menyarankan agar mematahkan tusuk sate setelah selesai makan agar tidak disalahgunakan oleh penjual.
(raf/sob)
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·