Jakarta -
Seorang wanita mengajukan pengaduan usai merasakan butiran yang diduga merkuri dalam pesanan milk tea miliknya. Penyelidikan tidak menemukan bukti dari gerai teh, tetapi ada kecurigaan pelakunya adalah pacarnya sendiri.
Pengalaman buruk dirasakan seorang wanita asal China ketika dirinya memesan milk tea dari sebuah gerai teh populer. Zhang menceritakan pengalaman ini lewat unggahan di media sosial.
Menurut Zhang, milk tea tersebut ia dapat dari pacarnya. Pacarnya memang sempat membelikan minuman ini untuknya di tanggal 27 April. Beberapa tegukan terasa baik-baik saja. Namun, setelahnya ia merasakan butiran kecil di dalam tegukannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Butiran tersebut pun dideskripsikan punya tekstur tidak mirip seperti boba atau bola-bola dari tapioka yang sering menjadi topping dalam milk tea. Ketika dikunyah, Zhang merasa butiran tersebut sangat keras.
Zhang lalu mengeluarkannya dari dalam mulut. Setelah dilihat dengan seksama, rupanya berupa serpihan perak kecil yang ia duga sebagai merkuri, lapor South China Morning Post (9/5).
Usai menyadari ada hal yang tidak biasa, Zhang langsung menghubungi pihak gerai teh Chagee. Ia sempat komplain, tetapi staff di gerai teh tersebut mengatakan jika mustahil hal seperti itu terjadi dalam proses produksi teh mereka. Staff Chagee juga menyarankan agar Zhang menghubungi polisi.
Wanita ini menemukan bubuk merkuri dalam minuman milk tea miliknya. Foto: scmp.com / weibo
Wanita ini lantas menghubungi polisi dan memberi tahu asosiasi konsumen setempat. Zhang juga membagikan cerita ini di media sosial yang akhirnya menarik perhatian publik soal isu keamanan pangan. Beberapa netizen awalnya mengecam merek milk tea tersebut.
Menanggapi hal ini, pihak gerai milk tea mengungkap akan menyelesaikannya dengan serius. Mereka juga akan bekerja sama dengan polisi dan regulator pasar.
Petugas setempat turun tangan keesokan harinya untuk melakukan investigasi terhadap gerai Chagee. Namun hasilnya mengejutkan banyak orang di media sosial.
Pada tanggal 29 April, tim investigasi mengumumkan bahwa bahan-bahan dan prosedur produksi toko Chagee aman. Dalam artian sesuai dengan aturan yang ada.
Bukan dari pihak gerai Chagee, tetapi tim investigasi mengungkap telah menangkap tersangka dan sedang mengumpulkan barang bukti. Penyelidikan lebih lanjut juga sedang dilakukan. Menurut mereka ada campur tangan orang asing dalam kasus ini yang diduga dilakukan oleh pelanggan yang membeli milk tea tersebut.
Pengumuman hasil investigasi tidak menyebutkan nama atau identitas pelaku yang diduga melakukan tindakan peracunan makanan.
Mendengar hal ini beberapa orang teringat tentang cerita Zhang sebelumnya dan beranggapan bahwa pacarnya sendiri yang melakukannya.
Tidak ditemukan pelanggaran apapun dari gerai Chagee. Foto: scmp.com / weibo
"Ini adalah percobaan pembunuhan," ujar seorang netizen.
Netizen lain berkomentar, "Aku tahu merkuri itu pasti bukan berasal dari toko. Untuk apa toko menyimpan merkuri seperti itu."
"Merek milk tea yang malang, disalahkan tanpa alasan," ujar netizen lain.
Zhang memang tidak melaporkan dampak kesehatan yang ia terima usai minum teh susu dengan butiran merkuri. Namun, dalam kasus serius, keracunan merkuri dapat berakibat fatal.
Gejala keracunan merkuri meliputi kerusakan sistem pernapasan dan pencernaan, ruam, nyeri dada, kelelahan, hingga diare. Dalam kasus keracunan merkuri kronis, efeknya kegagalan berbagai organ hingga menyebabkan kematian.
Di China, memasukkan merkuri ke dalam makanan dapat dihukum berdasarkan Hukum Pidana, karena telah melakukan kejahatan penyebaran zat berbahaya. Pelaku yang melakukan kejahatan ini bisa menghadapi hukuman penjara tiga sampai 10 tahun. Bahkan jika menyebabkan kerugian besar bisa dijatuhi hukuman mati.
(aqr/adr)
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·