Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Miyagi Saat Trump Telepon PM Takaichi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah lepas pantai Prefektur Miyagi, Jepang, pada Jumat (15/5/2026) malam yang mengakibatkan penghentian layanan kereta cepat dan memicu peringatan darurat di lima prefektur.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan titik gempa berada di kedalaman 50 kilometer pada pukul 20.22 waktu setempat, dengan intensitas mencapai skala 5 bawah di beberapa wilayah seperti Kota Tome, Osaki, dan Ishinomaki. Meski guncangan terasa kuat hingga gedung-gedung tinggi di Miyagi mengalami fenomena gerak tanah periode panjang, otoritas memastikan tidak ada risiko tsunami dalam insiden ini.

Operator JR East terpaksa menghentikan sementara operasional jalur kereta cepat antara Stasiun Tokyo dan Shin-Aomori untuk pemeriksaan keselamatan. Sementara itu, Tohoku Electric Power Company mengonfirmasi bahwa tidak ada kelainan yang terdeteksi pada pembangkit listrik tenaga nuklir Onagawa serta tidak ada perubahan pada data pemantauan radiasi di sekitar lokasi tersebut.

Peristiwa alam ini terjadi hampir bersamaan dengan aktivitas diplomatik penting antara Tokyo dan Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan telepon selama 15 menit dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tak lama setelah menyelesaikan kunjungannya ke Beijing.

Dalam pembicaraan tersebut, Trump memberikan penjelasan mendalam mengenai pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping, terutama terkait masalah keamanan ekonomi dan situasi di Iran. PM Takaichi menegaskan kembali posisi dasar Jepang mengenai pentingnya deeskalasi konflik di Iran sesegera mungkin.

"dua negara akan mengalami bentrokan dan bahkan konflik, menempatkan seluruh hubungan dalam bahaya besar" kata Xi Jinping kepada Trump dalam pembicaraan tertutup pada hari Kamis, sebagaimana dikutip oleh Kantor Berita Xinhua.

Kekhawatiran Jepang meningkat atas potensi konsesi AS terkait isu Taiwan demi keuntungan perdagangan bilateral. Seorang pejabat senior pemerintah Jepang menyatakan bahwa PM Takaichi berencana membentuk analisis komprehensif berdasarkan hasil pertemuan Trump di Beijing.

"Perdana menteri bisa berbicara dengan Pak Trump melalui telepon" kata pejabat senior pemerintah tersebut.

Kementerian Luar Negeri Jepang mencatat bahwa hubungan kedua pemimpin tetap kuat meski rencana kunjungan Trump ke Tokyo sebelum ke Beijing sempat gagal akibat kendala diplomatik terkait konflik Iran. Pemerintah Jepang tetap waspada terhadap ketidakpastian sikap AS di masa depan.

"Anda tidak pernah bisa menebak apa yang mungkin dikatakan Pak Trump" ujar seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Jepang.

Jepang saat ini berada di bawah tekanan ekonomi dari China, termasuk kontrol ekspor pada material langka (rare earths) yang berdampak pada industri domestik. Fokus pemerintah kini tertuju pada detail kesepakatan yang dicapai di Beijing.

"Kami harus melihat dengan sangat cermat area mana yang berhasil mereka sepakati, dan mana yang tidak" kata seorang pejabat Jepang.