Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Georgia untuk Indonesia Tornike Nozadze menekankan negaranya selalu mendukung penyelesaian damai terhadap setiap konflik yang terjadi di seluruh dunia, termasuk antara Ukraina dan Rusia.
"Kami sedang dan akan terus mendukung Ukraina dengan segala cara, tetapi kami mendukung penyelesaian damai dari setiap konflik," kata Dubes Nozadze dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Selasa.
Dia mengakui perang yang terjadi antara Ukraina dan Rusia tidak hanya mengubah pandangan Georgia terhadap keamanan dan kebijakan internasional, tetapi juga kebijakan di seluruh dunia.
Menurut Nozadze, hal Itu karena perang tersebut telah memicu serangkaian peristiwa yang mengubah seluruh arsitektur keamanan, tidak hanya di benua Eropa, tetapi juga secara global.
Baca juga: Georgia berupaya raih keanggotaan penuh UE meski hadapi tantangan
Georgia, katanya, tidak terlepas dari kemungkinan terlibat dalam konflik dan agresi, mengingat 20 persen wilayah Georgia masih diduduki negara tetangga di bagian utara, yaitu Rusia. Perang terakhir bahkan terjadi pada 2008.
Oleh karena itu, Nozadze menegaskan Georgia akan mendukung Ukraina dengan segala cara. Namun demikian, Georgia mengutamakan penyelesaian dengan cara damai sebagai solusi terbaik di setiap konflik.
"Kami percaya, bahkan, perang yang berlangsung selama 100 tahun pun akan dapat berakhir dengan negosiasi dan solusi damai," tambahnya.
Nozadze pun berharap konflik antara Ukraina dan Rusia dapat segera berakhir, sehingga penderitaan yang dirasakan masyarakat juga bisa segera berakhir.
Baca juga: RI perkuat kolaborasi talenta dan ekosistem pendidikan dengan Georgia
Terkait kebijakan keamanan internal dan eksternal di Georgia, Nozadze kembali menegaskan keyakinannya bahwa setiap konflik akan bisa berakhir di meja perundingan.
"Semakin cepat (konflik) berakhir, maka semakin sedikit korban yang akan timbul," katanya.
Dia menegaskan bahwa tidak ada cara lain selain penyelesaian damai, termasuk konflik yang terjadi antara Georgia dan Rusia.
Nozadze menekankan kemampuan untuk mempertahankan negara merupakan langkah penting, sehingga Georgia dapat memposisikan diri sebagai mitra yang sangat terpercaya bagi Organisasi Pertahanan Pakta Atlantik Utara (NATO).
"Georgia juga merupakan negara yang ingin menjadi anggota NATO dan tidak ada alternatif lain selain melakukan negosiasi di meja perundingan," ujarnya.
Dia menambahkan perang di Ukraina telah memberikan dampak mendalam terhadap lingkungan keamanan Eropa dan Eurasia yang lebih luas.
Bagi Georgia, hal itu menggarisbawahi pentingnya menjaga kedaulatan, memperkuat ketahanan nasional, serta memperdalam kerja sama dengan mitra internasional.
Hal itu juga semakin memperkuat komitmen Georgia terhadap penyelesaian konflik secara damai dan kepatuhannya terhadap hukum internasional.
Baca juga: Ukraina harap Turki bersedia jadi tuan rumah perundingan dengan Rusia
Pewarta: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·