Moskow (ANTARA) - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam posisi siap tempur penuh meskipun negosiasi antara Washington dan Teheran untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah masih berlangsung.
"Kami tidak mempercayai musuh. Bahkan sekarang, saat kami duduk di sini, perang bisa saja pecah. Angkatan bersenjata kami berada dalam kesiapan tempur penuh di lapangan," kata Ghalibaf seperti dikutip Press TV.
Menurut stasiun televisi tersebut, ketua parlemen Iran itu membantah bahwa negosiasi yang sedang berlangsung "dapat menyebabkan kelalaian" terkait dengan keamanan nasional.
"Kami tidak percaya bahwa karena kami sedang bernegosiasi, maka angkatan bersenjata tidak siap. Sebaliknya, seperti halnya orang-orang di jalanan, angkatan bersenjata kami juga siap," kata Ghalibaf.
Baca juga: AS-Iran dijadwalkan lanjutkan putaran kedua perundingan di Islamabad
Sebelumnya, stasiun televisi Pakistan Geo TV melaporkan bahwa putaran kedua pembicaraan AS-Iran akan digelar di Islamabad yang kemungkinan pada akhir pekan depan.
Sebagaimana diwartakan, pada 28 Februari lalu, AS dan Israel mulai menyerang target di Iran hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang. Kemudian, pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Pembicaraan di Islamabad pun berakhir tanpa hasil. Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS telah memulai blokade pelabuhan Iran. Hal itu membuat para mediator berupaya untuk menyelenggarakan putaran baru untuk pembicaraan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Pakistan: AS dan Iran bersedia terlibat perundingan berkelanjutan
Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·