Gianluca Rocchi Bantah Tuduhan Pengaturan Skor di Serie A

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kepala wasit Serie A dan Serie B, Gianluca Rocchi, membantah tudingan keterlibatan dalam skandal kecurangan olahraga dan manipulasi keputusan VAR yang diduga terjadi sepanjang musim 2024/2025. Dilansir dari Detik Sport, investigasi saat ini tengah menyoroti dugaan pengaturan pemilihan wasit yang menyeret sejumlah pihak terkait.

Inter Milan menjadi salah satu klub yang dikabarkan masuk dalam pusaran kasus ini karena diduga melakukan kesepakatan khusus dengan Rocchi. Klub tersebut dituding meminta perubahan penugasan wasit saat menghadapi laga melawan Bologna pada April 2025 lalu.

Meski telah dipanggil oleh penyidik untuk memberikan keterangan, Rocchi dilaporkan belum memenuhi panggilan tersebut secara resmi. Melalui kuasa hukumnya, ia menyatakan bahwa materi tuduhan yang diajukan masih dianggap terlalu samar untuk disiapkan pembelaan hukum yang memadai.

Klarifikasi justru disampaikan Rocchi secara terbuka saat menghadiri sebuah acara di televisi Le Iene. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan penegasan mengenai integritas kinerjanya selama memimpin korps wasit di kompetisi tertinggi Italia.

"Kami hanya bekerja dengan satu cara, jadi tidak ada masalah besar. Saya transparan dengan semua orang dalam segala hal. Saya ulangi, saya selalu bekerja secara eksklusif dengan satu cara," kata Gianluca Rocchi, Kepala Wasit Serie A.

Selain masalah penugasan, penyidik juga memeriksa dugaan pelanggaran protokol berupa tindakan mengetuk jendela bilik VAR saat proses pengambilan keputusan berlangsung. Menanggapi tuntutan publik akan kejelasan sistem kerja VAR, Rocchi menekankan konsistensinya dalam menjalankan tugas.

"Saya selalu bersikap transparan, jadi bukan berarti saya harus menjanjikan sesuatu yang sudah saya lakukan," tegas Gianluca Rocchi, Kepala Wasit Serie A.

Hingga saat ini, proses investigasi masih terus berlanjut guna mengungkap kebenaran di balik dugaan pengaruh terhadap hasil pertandingan dan operasional teknologi VAR di lapangan.