Gianluigi Donnarumma Blunder Fatal Saat Manchester City Tekuk Arsenal

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Penjaga gawang Manchester City, Gianluigi Donnarumma, sempat melakukan kesalahan fatal yang berujung gol dalam laga kontra Arsenal. Meski demikian, ia merasa lega karena The Citizens berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan tipis 2-1.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Etihad pada Minggu, 19 April 2026 tersebut, awalnya memihak tuan rumah. Manchester City unggul lebih dulu pada menit ke-16 melalui penyelesaian apik dari Rayan Cherki.

Namun, keunggulan tersebut sirna hanya dua menit berselang akibat kesalahan Donnarumma, seperti dilansir dari Detik Sport. Saat menerima operan ke belakang, kiper asal Italia itu mendapatkan tekanan ketat dari penyerang Arsenal, Kai Havertz.

Donnarumma berupaya membuang bola jauh ke depan, namun sepakannya membentur badan Havertz. Bola pantulan tersebut justru bergulir masuk ke dalam gawang sendiri, yang membuat sang kiper tampak sangat terpukul di lapangan.

Kendati melakukan error yang merugikan tim, rekan-rekan setimnya di Manchester City tidak menunjukkan kepanikan. Para pemain tetap memberikan dukungan moril kepada Donnarumma agar mentalnya tidak jatuh di sisa laga.

Kesalahan tersebut terbukti tidak meruntuhkan semangat Donnarumma sepenuhnya. Ia justru tampil gemilang di sisa waktu pertandingan dengan menggagalkan sejumlah peluang emas milik tim tamu.

Salah satu aksi krusialnya adalah saat memenangkan duel satu lawan satu melawan Kai Havertz. Ketangguhan Donnarumma di bawah mistar memberikan momentum bagi City hingga akhirnya Erling Haaland mencetak gol kemenangan pada menit ke-65.

Setelah wasit meniup peluit panjang, Donnarumma langsung mendatangi tribun suporter City di belakang gawang. Ia merayakan kemenangan dengan teriakan lantang, sementara para penggemar tampak memberikan apresiasi meski sang kiper sempat melakukan blunder.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan pembelaan terhadap anak asuhnya tersebut. Ia lebih memilih menyoroti aspek kolektivitas tim dalam menghadapi situasi sulit di lapangan.

"(Khusanov) harusnya melakukan blok lebih baik dan menahan agresivitas Havertz. Tapi saya menyukai reaksi rekan-rekannya, mereka ada di sana untuk membantunya," ujar Guardiola kepada Sky Sports usai laga.

Guardiola juga menekankan pentingnya sikap saling mendukung di dalam skuad ketika terjadi kesalahan individu yang berujung kebobolan.

"Ketika saya melihat sebuah tim kebobolan gol dan semua orang mengeluh, saya tidak suka itu," tegas Guardiola.