Mimika, Papua Tengah (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabumimg Raka menyoroti minimnya penerangan di salah satu kelas saat meninjau Sentra Pendidikan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa.
Wapres mengunjungi SD Negeri, SMP Negeri, dan SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan, serta berinteraksi langsung dengan para siswa dan tenaga pendidik.
"Gelap sekali ruangan kelasnya. Listriknya mati Pak Guru?" tanya Gibran saat memasuki salah satu kelas yang sedang belajar matematika.
Sambil melihat langit-langit kelas, Gibran menyadari bahwa hanya ada satu lampu yang berfungsi dalam ruangan itu sehingga tampak kurang cahaya meskipun jendela sudah dibuka.
Dalam tinjauannya, Wapres Gibran mengunjungi sejumlah fasilitas kelas, termasuk laboratorium IPA dan informatika.
Saat berada di laboratorium informatika, Wapres menaruh perhatian pada materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa kelas 10 SMA tersebut, khususnya terkait program materi formula para Microsoft Excel.
"Belum diajarkan materi formula ya? Input angkanya masih manual, enggak pakai formula? Kapan diajarkan?" tanya Wapres.
"Akan diajarkan di kelas 11 Bapak," jawab Nurhayati, yang sudah menjadi Guru Informatika selama 1 tahun 4 bulan, di SMAN tersebut.
Total terdapat 1.031 siswa yang menempuh pendidikan di Sentra Pendidikan Mimika yang terdiri dari 205 siswa SD, 285 siswa SMP, dan 541 siswa SMA.
Selain kelas dan fasilitas sekolah, Gibran juga turut meninjau asrama tempat para siswa menginap.
Saat memasuki lorong asrama, Wapres juga menyoroti penerangan yang minim di bangunan tersebut.
"Maintenance-nya (pemeliharaannya) agak kurang ya," kata Wapres sebelum meninggalkan ruang asrama.
Kepala SMP Negeri Sentra Pendidikan Anton Rante menuturkan bahwa sekolah Sentra Pendidikan menyediakan fasilitas asrama bagi siswa dari wilayah terpencil guna memastikan akses pendidikan tetap terjaga.
"Yang kami prioritaskan adalah anak-anak dari daerah yang jauh seperti pesisir atau kampung yang tidak ada keluarga di kota, sehingga mereka bisa tinggal di asrama," katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh kebutuhan siswa telah dibiayai pemerintah seperti sekolah, asrama, seragam dan makan.
Sejalan dengan itu, salah satu siswa SMP Nikolausma Payau mengaku mendapatkan pengalaman positif selama tinggal di asrama.
"Saya di asrama sangat merasa nyaman, dan di sana kami juga dibimbing seperti oleh orang tua sendiri,” ujarnya.
Ia berharap kunjungan Wapres dapat memberikan motivasi bagi para siswa untuk terus belajar.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Sentra Pendidikan Syamsiah Muksin menjelaskan bahwa Sekolah Sentra Pendidikan yang berdiri sejak 2010 ini diperuntukkan bagi anak-anak dari berbagai suku asli Mimika.
“Sekolah ini didirikan untuk putra-putri asli Mimika, dari dua suku besar Kamoro dan Amungme, serta lima suku kerabat lainnya,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran didampingi antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Kepala Dinas Pendidikan Mimika Cahyono, dan Kepala SMAN 5 Sentra Pendidikan Martius Wenda.
Baca juga: Dari Nabire, Wapres bertolak ke Timika lanjutkan kunjungan di Papua
Baca juga: Wapres minta Gubernur Papua Tengah pastikan Rusun ASN tak cacat desain
Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·