Penyerang sayap PSS Sleman, Muhammad Junior Haqi, memastikan timnya promosi ke kasta tertinggi setelah mencetak gol langsung dari sepak pojok saat menghadapi PSIS Semarang pada Minggu (3/5/2026) malam. Gol tersebut menggandakan keunggulan tim berjuluk Super Elja dalam laga penentu promosi langsung ke Liga 1.
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-52, Haqi hanya memerlukan waktu delapan menit untuk mencatatkan namanya di papan skor melalui skema bola mati yang melengkung tajam ke tiang jauh. Selain satu gol, ia hampir menambah keunggulan jika tendangan keduanya tidak membentur mistar gawang lawan.
Haqi memberikan tanggapannya mengenai proses terciptanya gol indah yang membawa timnya naik kasta tersebut kepada Harian Jogja.
"Ya itu mah keajaiban saja, Bang. Cuma doa orang-orang tersayang aja," tuturnya.
Meski menganggapnya sebagai keberuntungan, Haqi mengungkapkan bahwa teknik tendangan melengkung dari situasi bola mati merupakan instruksi khusus yang terus diasah selama sesi latihan rutin bersama skuat Sleman.
"Pelatih juga suruh bola-bola membahayakan dari bola-bola mati," ujarnya.
Pemain asal Tanjung Priok ini mengakui sempat mengalami tekanan mental yang besar sebelum pertandingan krusial menghadapi PSIS Semarang dimulai.
"Saya sempat enggak bisa tidur mikirinnya... tapi alhamdulillah rezekinya PSS Sleman," katanya.
Berdasarkan catatan statistik pertandingan, Haqi terpilih sebagai Player of The Match dengan torehan tiga tembakan dan tujuh umpan sukses selama 39 menit berada di dalam lapangan. Ia pun mengapresiasi peran seluruh rekan setim dalam mencapai target besar musim ini.
"Itu kerja sama tim, semuanya kerja keras tim juga," ujarnya.
Penyerang yang pernah menjadi top skor di Liga 4 wilayah Jakarta dengan koleksi 11 gol tersebut menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan performa saat bersaing di kompetisi kasta tertinggi nanti.
"Ke depannya saya bakal lebih kerja keras lagi supaya target-target yang belum saya capai bisa tercapai," tuturnya.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·