Google resmi mengintegrasikan model kecerdasan buatan Gemini ke seluruh browser Chrome di Amerika Serikat pada Kamis, 21 Mei 2026. Langkah ini diambil raksasa teknologi tersebut hanya berselang dua minggu setelah dinyatakan lolos dari tuntutan hukum antitrust yang sempat mengancam pemecahan bisnis perusahaan.
Integrasi teknologi ini diluncurkan untuk memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan di ekosistem Alphabet Inc., seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Fitur baru ini dirancang untuk menjawab permintaan penjelasan halaman web, merangkum konten dari banyak tab, hingga memunculkan kembali situs yang telah ditutup.
Perusahaan juga menghubungkan Gemini di Chrome dengan ekosistem aplikasi lain seperti Google Kalender, YouTube, dan Peta. Kebijakan ekspansi ini berjalan setelah keputusan hakim federal tahun lalu yang menyatakan Google memonopoli pencarian online tidak berujung pada penjualan paksa unit bisnis Chrome.
Pada awal bulan ini, Hakim Amit Mehta resmi menolak usulan pemecahan bisnis Google. Pertimbangan hakim didasarkan pada penilaian bahwa model kecerdasan buatan telah bertindak seperti mesin pencari dan menjadi ancaman jangka panjang bagi industri pencarian daring tradisional.
Pasca-kemenangan hukum tersebut, Alphabet Inc. langsung mengalihkan fokus dengan mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk memperkuat browser andalannya. Google menilai peramban web merupakan ruang yang ideal guna menyematkan pembaruan teknologi masa depan.
“Kami terus mengembangkan browser ini untuk membantu Anda memaksimalkan pengalaman menjelajah web,” ujar Rick Osterloh, VP senior bidang platform dan perangkat di Google.
Pihak manajemen memastikan bahwa penambahan fungsi kecerdasan buatan ini tidak akan mengorbankan performa utama sistem konsumen. Langkah optimalisasi ini diklaim tetap mempertahankan aspek-aspek krusial dalam operasional peramban.
“Dan kami melakukannya sambil tetap menjaga kecepatan, kemudahan, dan keamanan Chrome.” kata Rick Osterloh.
Melalui pembaruan ini, pengguna dapat memanfaatkan bilah alamat untuk menjawab pertanyaan kompleks, mendeteksi potensi penipuan, hingga mengubah kata sandi pada platform pihak ketiga seperti Spotify dan Coursera. Ekstensi Gemini untuk Chrome saat ini baru tersedia di Amerika Serikat dalam bahasa Inggris, namun Google menjanjikan ketersediaan di negara dan bahasa lain dalam waktu dekat.
Rencana pengembangan beberapa bulan ke depan mencakup kemampuan pendelegasian tugas harian, termasuk untuk memesan bahan makanan maupun melakukan reservasi potong rambut. Pengenalan awal fitur ringkasan bertenaga AI ini sebenarnya telah diumumkan pada konferensi pengembang Google I/O pada Mei lalu, namun saat itu akses masih terbatas bagi pengguna beta dan pelanggan paket AI berbayar.
Peluncuran massal ini menandai strategi agresif Google dalam mempromosikan layanan AI miliknya kepada segmen konsumen korporat. Meski ekspansi berjalan cepat, beberapa estimasi industri menunjukkan posisi Google dalam persaingan pasar teknologi AI saat ini masih berada di belakang ChatGPT buatan OpenAI.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·