Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak anak-anak di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, untuk mencintai lingkungan, menjaga hutan, dan berani bermimpi untuk masa depan mereka.
"Kalau alam tidak dijaga, nanti rusak. Kalau rusak, yang merasakan dampaknya adalah kita semua," ujar Gubernur Lalu Muhamad Iqbal di hadapan anak-anak usai
meninjau progres penanganan ruas jalan Lenangguar-Lunyuk di Masjid Jami Al-Ihsan, Desa Padasuka, Sumbawa, melalui keterangan di Mataram, Minggu.
Ajakan untuk menjaga kelestarian lingkungan ini disampaikan Gubernur Muhamad Iqbal dengan menceritakan sebuah dongeng "Kiara Penjaga Hutan" pada puluhan anak di Masjid Jami Al-Ihsan, Desa Padasuka.
Anak-anak tampak antusias menyimak dongeng interaktif yang disampaikan langsung oleh Gubernur NTB tersebut. Gubernur menggambarkan perjuangan seorang anak menjaga hutan Lunyuk dari kerusakan akibat penebangan liar.
Baca juga: Gubernur NTB: Konservasi prioritas utama pengelolaan Geopark Rinjani
Dengan bahasa sederhana dan penuh pesan moral, ia mengajak anak-anak memahami bahwa kelestarian alam memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga satwa dan ekosistem pesisir, termasuk penyu dan kura-kura, yang hidup di kawasan pantai sekitar Lunyuk. "Jangan diambil semua telurnya dan jangan diganggu. Mereka juga butuh tempat hidup seperti kita," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur NTB mengenang kondisi Lunyuk saat pertama kali dikunjunginya pada awal 1990-an yang masih dipenuhi hutan lebat dan satwa liar.
"Dulu sepanjang perjalanan ini hijau semua. Karena itu sekarang tugas kita bersama menjaga supaya alamnya tetap lestari," ujarnya.
Tidak hanya berbicara soal lingkungan, Gubernur NTB mendorong anak-anak agar memiliki semangat belajar dan keberanian untuk meraih cita-cita. Ia berdialog langsung dengan sejumlah siswa yang menyampaikan impian mereka menjadi guru, atlet, hingga pemimpin daerah.
Baca juga: Peduli lingkungan, Menteri LH ajak siswa Sekolah Rakyat pakai tumbler
"Mau jadi apapun nanti, jadilah anak yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan daerahnya," ucapnya.
Dalam dialog tersebut, seorang siswi SMP Islam Terpadu Hamzanwadi Lunyuk, Naura Fadila, menanyakan soal kesetaraan pendidikan antara sekolah negeri dan swasta. Menanggapi hal itu Gubernur menegaskan seluruh anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk maju dan berprestasi.
Menurutnya, berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Revitalisasi Sekolah diperuntukkan bagi seluruh siswa tanpa membedakan status sekolah.
"Negeri maupun swasta, semuanya harus mendapatkan perhatian yang sama. Yang penting anak-anak NTB bisa tumbuh sehat, cerdas, dan punya masa depan yang baik," tegasnya.
Baca juga: NTB siapkan 10 dapur gizi MBG di lingkungan pesantren
Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·